Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trio Ilmuwan Memenangkan Nobel Kimia 2025 atas Temuan Arsitektur Molekuler Baru

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trio Ilmuwan Memenangkan Nobel Kimia 2025 atas Temuan Arsitektur Molekuler Baru Doc: AFP/Jonathan Nackstrand
Ket. Ketua Komite Nobel Kimia Heiner Linke (kiri), Sekretaris Jenderal Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia Hans Ellegren (tengah), dan Anggota Komite Nobel Kimia Olof Ramstroem saat konferensi pers pengumuman pemenang Hadiah Nobel Kimia 2025 di Stockholm, Swedia, Rabu (8/10).

STOCHOLM - Tiga ilmuwan, Susumu Kitagawa dari Jepang, Richard Robson dari Australia, dan Omar Yaghi dari Amerika Serikat (AS), pada hari Rabu (8/10), dinobatkan sebagai penerima Hadiah Nobel Kimia 2025 atas pengembangan metal–organic frameworks (MOF), sebuah arsitektur molekuler baru yang membuka peluang luas dalam sains dan teknologi material modern.

“Konstruksi ini, kerangka logam-organik, dapat digunakan untuk memanen air dari udara gurun, menangkap karbon dioksida, menyimpan gas beracun, atau mengkatalisis reaksi kimia,” kata juri Nobel.

Selama bertahun-tahun, para komentator telah menyebut Omar Yaghi sebagai kandidat kuat untuk penghargaan tersebut, dengan nama Susumu Kitagawa juga kerap disebut-sebut di sampingnya.

“Kerangka logam-organik memiliki potensi yang sangat besar, menghadirkan peluang yang sebelumnya tak terduga untuk material yang dibuat khusus dengan fungsi baru,”ujarHeiner Linke, Ketua Komite Nobel untuk Kimia, dalam sebuah pernyataan.

Tahun lalu, Hadiah Nobel Kimia diberikan kepada David BakerdanJohn Jumper dari AS, serta Demis Hassabis dari Inggris, atas karya mereka dalam memecahkan kode struktur protein—blok pembangun kehidupan—melalui komputasi dan kecerdasan buatan.

Hadiah Nobel Kimia tahun ini menyusul penghargaan Nobel Fisika yang, pada Selasa (7/10), dianugerahkan kepada John Clarke dari Inggris, Michel Devoret dari Prancis, dan John Martinis dari AS atas penelitian mereka dalam penerapan mekanika kuantum, yang memungkinkan pengembangan berbagai teknologi digital.

Sehari sebelumnya, pada Senin (6/10), Hadiah Nobel Kedokteran diberikan kepada trio ilmuwan dari AS dan Jepang atas penelitian mereka mengenai sistem kekebalan tubuh manusia. Mary Brunkow, Fred Ramsdell, dan Shimon Sakaguchi mendapatkan penghargaan atas keberhasilan mereka mengidentifikasi “penjaga keamanan” dalam sistem imunologi.

Pada Kamis (9/10), akan diumumkan pemenang Hadiah Nobel Sastra, sementara Hadiah Nobel Perdamaian yang paling dinantikan akan diberikan pada Jumat (10/10). Hadiah Nobel Ekonomi akan menutup rangkaian musim Nobel 2025 pada 13 Oktober mendatang.

Setiap penerima Nobel akan memperoleh ijazah, medali emas, dan cek senilai 1,2 juta dollar AS, yang dibagi rata jika terdapat lebih dari satu pemenang dalam satu kategori.

Para pemenang akan menerima penghargaan mereka dalam upacara resmi di Stockholm dan Oslo pada 10 Desember, bertepatan dengan peringatan wafatnya Alfred Nobel.

Penemuan Revolusioner

Dalam konstruksi mereka, ion logam berfungsi sebagai landasan yang dihubungkan oleh molekul organik panjang (berbasis karbon). Bersama-sama, ion dan molekul logam tersusun membentuk kristal yang mengandung rongga-rongga besar.

Material berpori ini disebut kerangka logam-organik (MOF). Dengan memvariasikan blok penyusun yang digunakan dalam MOF, ahli kimia dapat merancangnya untuk menangkap dan menyimpan zat-zat tertentu. MOF juga dapat mendorong reaksi kimia atau menghantarkan listrik.

“Kerangka logam-organik memiliki potensi yang sangat besar, menghadirkan peluang yang sebelumnya tak terduga untuk material yang dibuat khusus dengan fungsi-fungsi baru,” kata Heiner Linke, Ketua Komite Nobel untuk Kimia.

Semuanya berawal pada tahun 1989, ketika Richard Robson menguji pemanfaatan sifat-sifat inheren atom dengan cara baru. Ia menggabungkan ion tembaga bermuatan positif dengan molekul berlengan empat; molekul ini memiliki gugus kimia yang tertarik pada ion tembaga di ujung setiap lengannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Wisata
Bukan Bali, Simeulue Kini D...

29 Desa di Cilacap Alami Kekeringan

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
29 Desa di Cilacap Alami Ke...
Luar Negeri
Rwanda Kebut Percepatan Per...
Nasional
Menteri UMKM Dorong Perluas...
Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pecah Bintang: Gerbang Menuju Jenderal
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.