Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

YMT: Bandung Zoo Aviary Jadi Suaka Burung di Tengah Kota Kembang

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 11:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
YMT: Bandung Zoo Aviary Jadi Suaka Burung di Tengah Kota Kembang Doc: ANTARA
Ket. Arsip – Ticket Box Bandung Zoo

Bandung – Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) menyatakan Bandung Zoo Aviary atau kubah burung menjadi suaka burung yang berada di tengah Kota Kembang guna mendukung konservasi.

"Dari semua spesies di Bandung Zoo, Aves inilah yang terbanyak. Sampai dengan Juli 2025 populasinya mencapai 270 ekor dari 57 spesies. Sebagian besar dari koleksi ini adalah spesies burung yang dilindungi dan bernilai konservasi tinggi, termasuk elang Jawa, julang emas, burung-burung paruh bengkok, kasuari, dan merak hijau," kata Juru Bicara YMT, Ully Rangkuti, kepada ANTARA di Bandung, Rabu (08/10).

Pihaknya membangun kubah burung atau aviary yang dimulai sejak 2018 dan selesai pada tahun berikutnya.

"Kubah burung yang berdiri saat ini sebetulnya baru tahap pertama, yang diperuntukkan bagi burung-burung Paruh Bengkok dan Merak atau ordo Galliformes. Tahap berikutnya, yang dikhususkan bagi burung-burung pekicau dan burung rawa atau water birds, belum sempat terlaksana. Mudah-mudahan setelah Bandung Zoo kembali dibuka, pembangunan ini dapat dilanjutkan," jelas Ully.

Berbeda dengan kandang burung biasa, kata dia, kubah burung dirancang sebagai replika mini habitat asli. Kubah burung memberikan ruang terbang yang jauh lebih luas dan tinggi, lengkap dengan vegetasi dan sumber air, memungkinkan burung-burung di dalamnya menunjukkan perilaku alami mereka, seperti terbang bebas dan mencari makan.

"Ini tentu sulit dilakukan dalam kandang burung standar," jelas Ully.

Selain bermanfaat bagi satwa, kata dia, kubah burung juga menawarkan pengalaman edukasi yang unik. Pengunjung dapat masuk dan berjalan langsung di dalamnya, menciptakan kedekatan dan interaksi langsung dengan burung-burung koleksi Bandung Zoo.

"Mereka juga dapat memberi makan burung ini dengan makanan burung yang disediakan petugas," katanya.

Burung-burung yang ada dalam kubah saat ini kebanyakan berasal dari jenis Paruh Bengkok, seperti kakatua dan nuri, namun ada pula Merak Hijau, Gagang Bayam atau sejenis burung rawa, dan burung-burung pekicau.

"Kubah burung ini adalah wujud inovasi kami. Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan kedekatan dengan keanekaragaman hayati Indonesia. Ini adalah cara kami mengedukasi masyarakat, menciptakan pengalaman yang berbeda dan lebih menyenangkan. Harapan kami, dari situ tumbuh kepedulian masyarakat terhadap satwa, maupun upaya konservasinya," tambah Ully.

Dikatakan, sejak program revitalisasi Bandung Zoo dimulai pada 2017, YMT di bawah John Sumampauw secara konsisten melakukan perbaikan dan pembangunan sejumlah kandang baru yang lebih terbuka dan memenuhi standar kesejahteraan satwa modern.

Upaya ini, kata dia, merupakan bukti nyata dedikasi YMT untuk menyediakan lingkungan hidup yang optimal bagi seluruh koleksi satwa.

"Revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga wujud tanggung jawab moral kami terhadap satwa. Kami ingin memastikan setiap satwa di Bandung Zoo hidup dalam kondisi terbaik, jauh dari praktik-praktik lama yang abai terhadap kesejahteraan mereka," ujar Ully Rangkuti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.