Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamax Green 95 Diterima Pasar, Penjualan di Jateng-DIY Tembus 228 Persen dari Target

📅 Selasa, 07 Okt 2025, 15:53 WIB | Oleh:
Pertamax Green 95 Diterima Pasar, Penjualan di Jateng-DIY Tembus 228 Persen dari Target Doc: koran jakarta/dok
Ket. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah–DIY, Taufiq Kurniawan, menjelaskan strategi Pertamina dalam memperluas distribusi Pertamax Green 95 guna mendukung transisi energi bersih di Indonesia.

SEMARANG – Antusiasme masyarakat terhadap bahan bakar ramah lingkungan terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan penjualan Pertamax Green 95 di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang mencatatkan lonjakan signifikan sejak diluncurkan beberapa bulan lalu.

Produk unggulan dari Pertamina Patra Niaga tersebut berhasil menembus penjualan hingga 348 kiloliter (KL), atau melonjak 228 persen di atas target awal tahun 2025.

Capaian ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi bersih sekaligus menepis berbagai isu miring yang sempat beredar.

Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan bahwa lonjakan penjualan ini menjadi bukti kuat penerimaan positif masyarakat terhadap inovasi bahan bakar rendah emisi tersebut.

“Awalnya kami hanya menargetkan delapan SPBU di wilayah Jateng dan DIY, namun karena tingginya permintaan konsumen, kini sudah ada 14 SPBU yang menyediakan Pertamax Green 95,” ujar Taufiq di Semarang, Selasa (7/10).

Tingginya minat publik terjadi di tengah maraknya kabar bohong yang menyebut kandungan etanol dalam Pertamax Green 95 dapat merusak komponen kendaraan.

Taufiq dengan tegas membantah isu tersebut. Ia menjelaskan bahwa penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar (bioetanol) bukanlah hal baru dan telah diterapkan secara luas di berbagai negara maju.

“Teknologi bioetanol ini sudah digunakan selama puluhan tahun di Brasil, Amerika Serikat, dan negara-negara Uni Eropa. Semuanya terbukti aman dan justru membantu menekan emisi gas buang,” tegasnya.

Etanol dalam Pertamax Green 95 berasal dari tetes tebu (molasses) dengan kadar 5 persen (E5). Selain ramah lingkungan, campuran bioetanol ini juga memiliki efek positif terhadap performa mesin.

“Etanol bersifat membersihkan ruang bakar sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna dan emisi lebih rendah. Tidak ada efek merusak pada logam atau karet kendaraan,” jelas Taufiq.

Selain isu etanol, Pertamina juga menyoroti beredarnya konten media sosial yang mempertanyakan angka oktan (RON) Pertamax Green 95 menggunakan alat ukur portabel.

Taufiq menegaskan, hasil pengujian semacam itu tidak valid karena alat portabel tidak memiliki standar kalibrasi dan akurasi yang diakui.

“Alat penguji oktan yang sah harus menggunakan metode CFR (Cooperative Fuel Research Engine) seperti yang digunakan di laboratorium Pertamina di Cilacap dan Cepu. Hasilnya sesuai dengan standar internasional ASTM D2699,” terangnya.

Ia menambahkan, alat portabel bahkan bisa menampilkan angka oktan pada cairan apa pun, termasuk yang bukan bahan bakar, sehingga sangat menyesatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.