Arus Samudra Atlantik Pengendali Iklim Global Akan Runtuh pada Tahun 2055
📅 Selasa, 07 Okt 2025, 03:15 WIB | Oleh: Haryo BronoUntuk mengukur kapan titik kritis akan tercapai, studi baru ini mengamati massa air yang tenggelam ke dasar laut di Atlantik Utara. Saat ini, air permukaan kehilangan panas ke atmosfer ketika mencapai Atlantik Utara yang dingin. Air permukaan ini menjadi sangat dingin, asin, dan padat sehingga tenggelam ke dasar laut, membentuk arus yang mengalir di sepanjang dasar laut hingga Belahan Bumi Selatan.
Proses tenggelamnya air dingin dan padat ini disebut pembentukan air dalam, dan inilah mesin penggerak AMOC. Pembentukan air dalam dapat diukur melalui perubahan kepadatan air laut atau dengan mengekstrapolasi data laut dalam model iklim.
“Ketika kuantitas ini berkurang menjadi nol, artinya permukaan menjadi terlalu ringan dan tidak terjadi penenggelaman,” yang pada dasarnya adalah momen ketika AMOC mulai runtuh,” jelas van Westen.
Pembentukan air dalam sudah menurun akibat pemanasan suhu udara di Atlantik Utara dan pencairan es Arktik. Udara hangat berarti air permukaan tidak dapat kehilangan cukup panas untuk tenggelam, sementara pencairan es mengencerkan konsentrasi garam air dan dengan demikian mengurangi kepadatannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fluks daya apung permukaan adalah parameter yang menggabungkan perubahan panas dan salinitas di permukaan laut untuk memahami bagaimana hal tersebut memengaruhi densitas air.
“Skenario keruntuhan AMOC mungkin dapat dicegah jika mengikuti skenario emisi rendah,” kata van Westen, tetapi ini membutuhkan pencapaian emisi karbon nol bersih sekitar tahun 2050. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!