Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menargetkan 15 Ribu Desa Maju Menjadi Desa Mandiri

📅 Senin, 06 Okt 2025, 23:15 WIB | Oleh:
Menargetkan 15 Ribu Desa Maju Menjadi Desa Mandiri Doc: Antara
Ket. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bertemu Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (6/10/2025).

Jakarta - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menargetkan peningkatan status 15 ribu desa maju di tanah air menjadi desa mandiri dalam lima tahun ke depan.

"Desa maju sekarang itu ada 23 ribu. Nah, itu kita mau geser 15 ribunya menjadi desa mandiri," kata Menteri Desa (Mendes) PDT Yandri Susanto usai bertemu Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin.

Sejalan dengan target itu, ujar Mendes Yandri melanjutkan, Kemendes PDT akan melakukan sejumlah program untuk menaikkan status desa.

Lebih lanjut, dia menyampaikan intervensi dalam bentuk program itu membutuhkan anggaran. Akan tetapi, karena terdapat keterbatasan anggaran dari APBN, Kemendes PDT menggandeng pihak lain, seperti Bank Dunia yang telah menyatakan kesiapan untuk membantu program tersebut.

Untuk itu, Mendes Yandri Bersama Wamendes PDT Ahmad Riza Patria atau akrab disapa Ariza menemui Kepala Bappenas. Ia mengatakan kerja sama dengan Bank Dunia itu membutuhkan persetujuan dan pendampingan dari Bappenas.



"Kami optimis program yang sama antara Kementerian Desa dan Bank Dunia itu akan berjalan. Jika tidak ada hambatan, awal tahun 2025 selama 5 tahun," kata Mendes Yandri.

Ia lalu menjelaskan ke depannya, Bank Dunia akan memberikan pendampingan pengembangan ekonomi hijau. Kerja sama antara Kemendes dan Bank Dunia pun ditujukan untuk membentuk desa-desa tematik dan pusat produksi yang mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mendes Yandri lalu memberi bocoran bahwa anggaran yang diusulkan sekitar 800 juta dolar atau sekitar Rp13 triliun untuk lima tahun bagi 15 ribu desa.

"Jadi, presentasinya sekitar Rp550 juta per desa," kata dia.

Kemendes PDT pun akan menyiapkan program yang disesuaikan potensi dan kebutuhan desa terkait.

"Intinya, kami ingin meningkatkan Desa Maju menjadi Desa Mandiri," kata Mendes Yandri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.