Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Akhir Tahun, Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Tekan Inflasi

📅 Senin, 06 Okt 2025, 19:04 WIB | Oleh:
Jelang Akhir Tahun, Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Tekan Inflasi Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin (6/10/2025).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi untuk menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, menjelang akhir tahun di wilayah tersebut.

"Kita keroyok bareng-bareng. Polda juga harus aktif. Ini bukan cuma angka inflasi, tapi soal perut rakyat," katanya, saat Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin.

Menurut dia, rakor tersebut untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta instansi vertikal dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Ia menyatakan bahwa kebijakan pengendalian inflasi di Jateng sebenarnya sudah baik, namun perlu terus didorong agar pelaksanaannya lebih terasa di lapangan.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama, termasuk kepolisian yang tergabung dalam Satgas Pangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Jateng pada September 2025 tercatat 2,65 persen (year on year), sedangkan secara secara bulanan (month to month) sebesar 0,21 persen.

Harga komoditas pangan, terpantau masih relatif stabil, misalnya beras medium dijual Rp13.407 per kilogram, sedikit di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP). Cabai rawit merah stabil di harga Rp32.333/kg atau di bawah HAP sebesar Rp57.000.

Komoditas lainnya, harga minyak goreng curah naik menjadi Rp17.791 per liter, sedangkan minyak merek Minyakita stabil di Rp16.326 per liter.

Sebaiknya Anda baca juga:

Telur ayam ras dan daging ayam ras sama-sama mengalami tren kenaikan, namun masih berada di bawah HAP. Harga telur ayam ras Rp28.333/kg (HAP Rp30.000) dan harga daging ayam ras Rp.38.019 atau di bawah HAP Rp40.000

Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti beberapa komoditas yang harganya cenderung tinggi sehingga meminta PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB), salah satu BUMD pangan milik provinsi, untuk turun langsung memperkuat pasokan dan penetrasi harga.

"Bantu stabilkan harga, tambah armadanya, masuk pasar-pasar yang jadi langganan inflasi," kata mantan Kapolda Jateng itu.

Berbagai upaya pengendalian inflasi terus dilakukan, di antaranya Gerakan Petani Peduli Inflasi Cabai di Kabupaten Magelang, Gerakan Pangan Murah yang digelar ribuan kali, dengan dukungan dana dari APBN, APBD, dan lembaga lain.

Selain itu, Luthfi juga menegaskan tidak akan menoleransi praktik mafia pangan.

"Kalau ada yang sengaja menahan barang dan bikin harga naik, saya minta ditindak. Kalau tak bisa, serahkan ke Polda. Ini hajat hidup orang banyak." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.