Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelompok Sadar Wisata di Tulungagung Konservasi Penyu secara Mandiri

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 16:37 WIB | Oleh:
Kelompok Sadar Wisata di Tulungagung Konservasi Penyu secara Mandiri Doc: ANTARA/Destyan Sujarwoko
Ket. Relawan kelompok sadar wisata menunjukkan telur penyu (chelonia mydas) yang berhasil dievakuasi di Pantai Sanggar, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (4/10).

Tulungagung, Jatim -- Sejumlah relawan yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sanggaria di kawasan pesisir Pantai Sanggar, Tulungagung, Jawa Timur melakukan aksi konservasi penyu secara mandiri sejak 2016 hingga sekarang, tanpa bantuan dan dukungan pemerintah.

Mereka memungut dan mengevakuasi telur-telur penyu di empat titik pantai di pesisir dekat kampung mereka di Desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggunggunung, menetaskannya di bak-bak penampungan sementara lalu melepasliarkan tukik-tukik itu ke pantai saat sudah usia dua bulan.

"Aktivitas ini sudah kami jalani sejak 10 tahun terakhir, dari 2016, secara swadaya. Selain untuk melindungi telur penyu dari predator alami, juga untuk mencegah ulah jail pengunjung atau pemancing yang sengaja ingin berburu penyu," kata Ketua Pokdarwis Sanggaria, Lego Rianto dikonfirmasi usai evakuasi telur penyu di Pantai Sanggar dan Pantai Jong Pakis.

Ada empat pantai di pesisir selatan Kecamatan Tanggunggunung ini yang menjadi sarang bertelur alami penyu, yakni Pantai Sanggar, Ngalur, Pathuk Gebang dan pantai Jong Pakis. Jenis penyu yang mampir bertelur biasanya jenis penyu hijau (Chelonia mydas) dan lekang (Lepidochelys olivacea).

Saat ini, total ada 130-an telur penyu berhasil mereka evakuasi dari dua titik lokasi penyu bertelur. Terbaru mereka mengevakuasi 24 telur penyu di Pantai Sanggar. Menurut Lego Rianto, sebenarnya ada 5-7 titik teridentifikasi sebagai lokasi penyu bertelur, biasanya berdasar informasi warga/nelayan lokal.

Namun sebagian besar sudah tertimbun pasir pantai saat air pasang, sehingga jejak lokasi hilang.

"Kalau hilang jejak begitu kami biarkan, namun tetap sambil terus dipantau. Yang penting lokasi kami nilai cukup aman dari (serangan) predator," katanya.

Dalam kondisi normal, seekor penyu mampu bertelur lebih dari 50 butir dalam sekali musim.

"Evakuasi ini langkah untuk menyelamatkan telur penyu dari predator, terutama biawak yang sering memangsa, sekaligus upaya menjaga keberlangsungan populasi penyu yang sudah masuk kategori langka," kata Lego.

Ia menjelaskan, telur yang sudah dievakuasi ditempatkan di penangkaran milik relawan hingga menetas. Tukik yang berhasil menetas akan dirawat sekitar dua bulan sebelum dilepas kembali ke laut.

"Dari ratusan telur itu biasanya sekitar 80 persen yang bisa menetas menjadi tukik," tambah Lego.

Aktivitas sukarela itu bukannya tanpa biaya. Operasional lapangan saat evakuasi, proses penetasan, penangkaran sementara hingga pelepasliaran membutuhkan dana tidak sedikit.

Terutama untuk mobilitas mengangkut air laut setiap dua hari sekali saat masa penangkaran tukik, logistik relawan hingga penyediaan sarana penetasan dan perawatan hingga baby penyu siap dilepasliarkan ke pantai, habitat alami mereka.

"Mimpi kami ada fasilitas konservasi khusus di salah satu sisi Pantai Sanggar ini. Karena itu akan memudahkan proses evakuasi, perawatan dan penanganan yang lebih efisien. Tapi yang begini-begini tidak mungkin swadaya, harus ada dukungan dan kebijakan dari (pemerintah) daerah," kata Supriyanto, relawan Pokdarwis Sanggaria menimpali.

Mereka menyebut beberapa tahun lalu sempat ada tawaran dari Pertamina untuk membantu penyediaan fasilitas penangkaran tukik untuk aktivitas konservasi. Waktu itu tawaran datang saat moment pelepasliaran tukik oleh Pemkab Tulungagung bersama jajaran Pertamina di Pantai Sanggar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

57 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.