Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

YIPB dan Grab-Ovo Pantau Keamanan Program MBG Lewat Inspeksi Berkala dan Pemanfaatan Command Center Berbasis AI

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 14:02 WIB | Oleh:
YIPB dan Grab-Ovo Pantau Keamanan Program MBG Lewat Inspeksi Berkala dan Pemanfaatan Command Center Berbasis AI Doc: YIPB
Ket. Inspeksi berkala yang dilakuka Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) dan Grab-Ovo ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 & 02. Untuk menjaga standar keamanan, kebersihan, dan gizi makanan dapur ini dipantau melalui command center berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

JAKARTA— Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) dan Grab-Ovo melakukan inspeksi berkala guna menjamin standar keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai oleh pihak swasta. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) bagi anak-anak berkebutuhan khusus di provinsi Banten.

YIPB selaku mitra pengelola program ini melakukan kunjungan ke beberapa titik, mulai dari mitra merchant UMKM Omah Kulina untuk menginspeksi kebersihan dapur dan standar operasional penyediaan makanan, lalu dilanjutkan kunjungan ke Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 & 02 sebagai salah satu penerima manfaat, dan terakhir mengunjungi MBG Command Center di kantor GrabSupport di Jakarta Selatan.

Saat ini, program CSR yang digagas oleh YIPB bersama Grab- Ovo telah melayani 18 SKh swasta dan negeri di lima kota/kabupaten di Provinsi Banten, yakni Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

Program ini telah berjalan sejak April 2025 dengan melibatkan 12 pelaku UMKM termasuk dapur kantin sekolah untuk melayani lebih dari 2.200 anak-anak berkebutuhan khusus dan guru. Cahaya Manthovani selaku Ketua Pelaksana Harian YIPB menjelaskan sinergi antara YIPB dan Grab-Ovo ini telah berjalan dengan baik.

“Ini adalah bukti bahwa sinergi antara sektor publik dan swasta dapat menghasilkan solusi konkret untuk menjamin pemberian makanan sehat dan bergizi guna mendukung anak-anak berkebutuhan khusus. Kami melihat banyak sekolah khusus yang belum tersentuh program MBG di Provinsi Banten dan ini adalah program MBG yang pertama kali diadakan untuk Sekolah Khusus,” ujarnya melalui keterangannya pada hari Jumat (3/10).

Cahaya juga memaparkan bahwa program MBG Swasta ini dirancang memiliki pengawasan standar gizi dan tata kelola end-to-end secara digital untuk memastikan asupan nutrisi tetap terjaga. Banyak dari siswa berkebutuhan khusus memiliki pantangan makanan tertentu.

“Jadi penting bagi kami memastikan makanan yang diberikan tidak hanya bergizi, tapi juga aman, bersih, dan sesuai kebutuhan. Karena itu, kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang baik selama ini dari Dinas Kesehatan dan Pendidikan di masing-masing kota/kabupaten selama ini,” jelasnya.

Kolaborasi ini menggandeng Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat dalam proses pemilihan sekolah hingga proses seleksi dan edukasi mitra UMKM yang menjadi penyedia makanan untuk siswa. Pendampingan intensif dilakukan mulai dari inspeksi kesehatan lingkungan UMKM, kebersihan dapur, pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga diskusi mendalam soal gizi, alergi, dan kebutuhan makanan khusus bagi siswa.

Ketua Pembina YIPB Maya Miranda Ambarsari, menuturkan, inisiatif tesebut menjadi bukti nyata bahwa gotong-royong pihak swasta serta pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital dapat didorong pemerintah untuk menunjang program-program strategis nasional di bidang gizi dan ketahanan pangan.

Kehadiran inisiatif MBG Swasta ini kiranya dapat dipertimbangkan sebagai salah satu model pelengkap MBG yang telah diterapkan selama ini oleh pemerintah dan bisa direplikasi di berbagai program bantuan sosial lainnya di Indonesia. Ini adalah bentuk komitmen jangka panjang YIPB untuk membantu menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak Indonesia yang berkebutuhan khusus.

“Melalui pemanfaatan teknologi dan prosedur pengawasan yang terus kami evaluasi dan perketat, kami bismillah selalu berupaya memastikan proses distribusi makanan berjalan transparan, aman, dan mendukung keberlangsungan UMKM lokal dan kantin sekolah di sekitar lokasi program,” ucap  Maya.

Chief Executive Officer, Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan, program MBG ini dirancang dengan tiga pilar utama. Pertama, pemanfaatan teknologi untuk proses yang lebih mudah dan transparan dengan membangun sistem distribusi makanan bergizi yang efisien dan real-time melalui aplikasi dan teknologi Grab.

Kedua, penerapan protokol standar keamanan kebersihan, dan gizi makanan berdasarkan rekomendasi ahli gizi dan Dinas Kesehatan setempat dengan mengacu pada standar Badan Gizi Nasional, dengan memanfaatkan command center berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau secara real-time dalam proses dan protokol penyediaan makanannya.

“Ketiga pemberdayaan mitra UMKM dan kantin sekolah untuk menciptakan dampak ekonomi yang positif secara langsung di level ekonomi lokal,” paparnya,

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.