Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peluang Emas! Indonesia Siap Jadi Pemasok Durian hingga Ayam ke Tiongkok

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peluang Emas! Indonesia Siap Jadi Pemasok Durian hingga Ayam ke Tiongkok Doc: ANTARA/Moh Ridwan
Ket. Arsip Foto - Sejumlah pekerja sedang menyortir durian di rumah kemas atau packing hous durian di Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (11/3/2025).

JAKARTA – Indonesia kini tengah membidik peluang ekspor langsung ke Tiongkok untuk sejumlah komoditas unggulan seperti durian, ayam, dan telur.

Langkah ini bisa membuka pasar yang lebih luas sekaligus memberi nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal, karena produk tak perlu lagi lewat jalur perantara.

Tiongkok sendiri dikenal sebagai pasar raksasa dengan permintaan tinggi untuk pangan, sehingga akses langsung akan memperbesar potensi devisa dan daya saing produk Indonesia.

Namun, tantangannya terletak pada standar kualitas dan keamanan pangan yang ketat. Artinya, selain peluang besar, langkah ini juga menguji kesiapan Indonesia dalam memenuhi ekspektasi pasar global.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan telah bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian Tiongkok untuk membahas peluang tersebut. Dalam pertemuan itu, Sudaryono menyampaikan keinginan Indonesia untuk mengekspor durian langsung ke Tiongkok, tanpa melalui negara perantara seperti Thailand atau Malaysia.

“Durian kita selama ini diekspor ke Thailand, lalu oleh Thailand diekspor lagi ke Tiongkok. Kita cuma dapat untung 10 persen. Kalau langsung ke Tiongkok, itu bisa untung 30 persen,” ujar Sudaryono, usai rapat pleno Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Jakarta, Jumat (3/10).

Selain durian, Indonesia juga menargetkan ekspor ayam dan telur ke Tiongkok. Sudaryono menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada untuk kedua komoditas tersebut, bahkan mengalami kelebihan pasokan.

“Ayam kita swasembada, telur juga swasembada, bahkan oversupply. Saya minta kita ekspor ke Tiongkok, ke mana-mana,” katanya lagi.

Ia menambahkan bahwa Indonesia siap bersaing di pasar global dengan produk yang segar dan berkualitas.

“Kita ini fresh from the oven, kita bisa ikut dengan cara-cara yang baik,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor durian Indonesia sepanjang 2024 adalah 1,8 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp29,7 miliar. Indonesia mengekspor durian sebanyak 600 ton sepanjang 2024 dengan tujuan utama Thailand dan Hong Kong.

Menurut data Bea Cukai Tiongkok, negara tersebut mengimpor durian sebanyak 15,6 miliar kilogram pada 2024—tertinggi sepanjang sejarah—meningkat 9,4 persen dibanding tahun sebelumnya—senilai hampir 7 miliar dolar AS.

Produksi durian di Indonesia terus menunjukkan tren yang menarik dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai salah satu negara tropis dengan varietas durian yang melimpah—mulai dari montong, musang king, hingga lokal unggulan seperti petruk dan bawor—Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar menjadi pemain utama di pasar regional bahkan global.

Indonesia mencatat rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir dengan produksi durian mencapai 1,96 juta ton pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.