Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepri Bangun Dapur Gizi di 109 Pulau Kecil, Target 51 Ribu Lebih Penerima MBG

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 03:45 WIB | Oleh:
Kepri Bangun Dapur Gizi di 109 Pulau Kecil, Target 51 Ribu Lebih Penerima MBG Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Pemprov Kepri menggelar rapat tindak lanjut pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Kamis (2/10).

TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah menyiapkan konsep dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus untuk pulau-pulau kecil, guna memastikan pemerataan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kepulauan.

“Distribusi pangan di pulau-pulau kecil tidak mudah, karena itu kita sedang menyusun konsep dapur SPPG khusus pulau kecil agar layanan lebih merata,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, saat rapat tindak lanjut pelaksanaan MBG di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis.

Ia menyebutkan, ada sekitar 109 pulau kecil di Kepri yang menjadi target pembangunan dapur SPPG. Pulau-pulau tersebut tersebar di Kabupaten Lingga, Natuna, Anambas, Bintan, Karimun, serta dua kota besar, Batam dan Tanjungpinang. Program ini menargetkan sekitar 51.540 penerima manfaat, yang mencakup anak balita, anak sekolah, hingga ibu hamil dan ibu menyusui.

Menurut Rika, pembangunan dapur SPPG akan tetap mengikuti standar Badan Gizi Nasional (BGN). “Konsepnya seperti apa, itu yang masih kita bahas, lalu baru diusulkan ke BGN,” ujarnya.

Meski demikian, Pemprov Kepri juga melakukan evaluasi serius setelah muncul dugaan keracunan di Karimun dan Batam. Dua SPPG di wilayah tersebut untuk sementara dihentikan sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM. “Prinsipnya, makanan yang diberikan harus sehat, aman, dan bergizi,” tegasnya.

Untuk menjaga kualitas MBG, pemerintah daerah telah menyalurkan rapid test kit, memperkuat pengawasan pangan, menggandeng kelompok tani lokal, hingga mewajibkan sekolah penerima manfaat menunjuk guru penanggung jawab distribusi. Guru tersebut akan diberikan insentif harian sebesar Rp100 ribu.

Rika menambahkan, hingga 29 September 2025, realisasi pelaksanaan program MBG di Kepri telah mencapai 52,23 persen atau sekitar 333.282 orang dari total target 638.047 penerima manfaat. Dari sisi jumlah, Kota Batam menjadi penerima manfaat terbanyak dengan 376.294 orang, disusul Kabupaten Karimun 74.590 orang, dan Kota Tanjungpinang 65.063 orang.

Program dapur SPPG khusus pulau kecil ini diharapkan dapat menjawab tantangan geografis daerah kepulauan, sekaligus memastikan masyarakat di pulau-pulau terpencil tetap mendapatkan akses makanan bergizi secara merata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.