Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tegas! SPPG Bermasalah Bakal Dihentikan

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 01:45 WIB | Oleh:
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tegas! SPPG Bermasalah Bakal Dihentikan Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/10).

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan menghentikan layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tercatat bermasalah dalam menyediakan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

"Kita hentikan SPPG yang mengakibatkan keracunan," katanya di Bandung, Jawa Barat, menyusul kasus keracunan makanan pada siswa sekolah yang mengonsumsi makanan dalam Program MBG.

Ketika ditanya tentang kematian seorang siswa SMKN 1 Cihampelas di Kabupaten Bandung Barat, yang sebelumnya diketahui mengonsumsi makanan dalam Program MBG, Dedi mengatakan bahwa penanganan perkara itu diserahkan kepada aparat penegak hukum. 

"Biarkan itu didalami oleh aparat penyidik dan kemudian didalami oleh hasil forensik," katanya selepas memberikan arahan kepada aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Seorang siswa SMKN 1 Cihampelas bernama Bunga Rahmawati (17) meninggal pada 30 September 2025.

Bunga mengalami gejala seperti mual, muntah, dan kejang sebelum meninggal.

Karena beberapa hari sebelumnya dia ikut mengonsumsi makanan MBG yang menyebabkan keracunan pada banyak siswa di sekolahnya, kematian Bunga dikaitkan dengan keracunan makanan dalam Program MBG.

Bunga Rahmawati diketahui ikut mengonsumsi makanan dalam Program MBG pada 24 September 2025, ketika 121 siswa SMKN 1 Cihampelas mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menyatakan bahwa Bunga menderita penyakit lambung dan memastikan kematiannya tidak disebabkan oleh keracunan makanan dalam Program MBG.

Tangani 109 Korban

Sementara itu,  tim medis melakukan penanganan kesehatan terhadap 109 siswa yang menjadi korban gejala keracunan diduga setelah menyantap menu sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Ada 109 orang korban yang sudah terdata," kata Kepala Puskesmas Cipatujah, Cepi Anwar di Tasikmalaya, Kamis.

Ia menuturkan jumlah pasien yang terdata itu mendapatkan penanganan medis tidak hanya di Puskesmas Cipatujah, tapi juga di puskesmas lain seperti Puskesmas Bantarkalong, Culamega, Karangnunggal, Darawati, dan empat klinik swasta.

Namun kondisi kesehatan mereka, kata dia, sebanyak 73 orang sudah mulai membaik dan diperbolehkan pulang, tinggal 36 orang yang dirawat di beberapa puskesmas dan klinik.

"Di PKM Cipatujah sebagian besar sudah bisa pulang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.