IHSG Melesat di Tengah Kekacauan Shutdown Pemerintah AS, Apa yang Bikin Investor Optimistis?

Kamis, 02 Okt 2025, 17:30 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 27,26 poin ke level 8.071,08 pada Kamis (2/10), meski Amerika Serikat (AS) tengah dilanda shutdown pemerintahan. Optimisme investor membuat bursa domestik tetap perkasa, dengan sektor konsumen dan teknologi menjadi penopang utama.

IHSG ditutup menguat 27,26 poin atau 0,34 persen ke posisi 8.071,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,20 poin atau 0,15 persen ke posisi 783,29.

Ket. Foto: Pekerja berswafoto di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/8). — Sumber: ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA

“Bursa kawasan Asia kompak menguat ketika investor mengabaikan penutupan pemerintahan AS,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, Mahkamah Agung AS menjadwalkan sidang pada Januari 2026, terkait upaya Presiden AS Donald Trump untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook.

Kekhawatiran mengenai independensi bank sentral meningkat sejak Trump menuduh Cook melakukan penipuan hipotek, sekaligus mendesak The Fed agar lebih agresif dalam memangkas suku bunganya.

Di sisi lain, indeks dolar AS mendapatkan tekanan selama pekan ini, seiring shutdown pemerintahan AS yang merupakan pertama dalam hampir tujuh tahun, setelah anggota parlemen gagal mencapai kesepakatan pendanaan sementara.

Kebuntuan yang diperkirakan berlangsung setidaknya tiga hari tersebut, akan menunda rilis data penting, termasuk laporan NonFarm Payrolls (NFP) bulan September 2025.

Dari kawasan Asia, pelaku pasar berspekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) dapat kembali melanjutkan normalisasi kebijakan pada akhir tahun, dengan pasar memperkirakan peluang 40 persen kenaikan suku bunga seperempat poin pada pertemuan bulan ini.

Dari dalam negeri, DPR RI resmi mengesahkan RUU BUMN menjadi Undang-Undang dalam Sidang Paripurna Ke-6 Masa Persidangan I 2025–2026, yang diharapkan dapat mendorong transparansi BP BUMN.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang menguat sebesar 2,24 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 1,61 persen dan 1,06 persen.

Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 0,27 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor Industri yang masing-masing turun sebesar 0,27 persen dan 0,07 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SULI, ASLI, DIVA, TNCA dan ESTA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GTRA, UFOE, TRIS, TOSK dan ARTA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.618.855 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 43,26 miliar lembar saham senilai Rp26,85 triliun. Sebanyak 321 saham naik, 337 saham menurun, dan 138 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 432,65 poin atau 0,97 persen ke 44.983,50, indeks Shanghai menguat 20,25 poin atau 0,52 persen ke 3.882,78, indeks Hang Seng menguat 431,56 poin atau 1,61 persen ke posisi 27,287,12, dan indeks Straits Times menguat 72,09 poin atau 1,67 persen ke 4.395,21.

  • pasar saham
  • ihsg
  • bursa efek indonesia
  • indeks harga saham gabungan
  • shutdown pemerintah as
  • investor

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.