Lyles Tak Terbendung dalam Final Lari 100 Meter Golden Grand Prix Atletik Tokyo
Senin, 18 Mei 2026, 00:20 WIBTOKYO â Noah Lyles membuka musim 2026 dengan kemenangan pada nomor 100 meter Golden Grand Prix Tokyo, Minggu (17/5), sekaligus menilai perjalanannya ke Jepang âsangat layakâ setelah tampil impresif di lintasan.
Juara Olimpiade itu mencatat waktu 9,95 detik pada final yang berlangsung dalam cuaca cerah dan kering di Tokyo. Lyles sempat tertinggal setelah start kurang sempurna sebelum mengambil alih posisi terdepan di pertengahan lomba.
Lebih dari dua jam sebelumnya, sprinter Amerika Serikat berusia 28 tahun itu juga tampil solid di babak heat dengan catatan 10,05 detik.
âIni mungkin start musim tercepat ketiga atau keempat saya, jadi ini pertanda yang sangat baik untuk sisa musim,â ujar Lyles. âSaya menjalani latihan dengan sangat baik, jadi perjalanan ini benar-benar sepadan.â
Lyles finis di depan kompatriotnya, Tate Taylor, yang mencatat 10,04 detik, sementara posisi ketiga ditempati pelari Inggris Jake Odey-Jordan dengan waktu 10,09 detik.
Meski menang, Lyles mengaku sempat tidak nyaman dengan posisi kaki belakangnya saat berada di blok start.
âSaya tidak benar-benar mendapatkan perasaan yang bagus pada penempatan kaki belakang, tetapi terkadang Anda hanya harus melupakannya dan tetap fokus berlari sebaik mungkin,â katanya.
Tokyo menjadi lokasi spesial bagi Lyles. Ia kembali tampil di stadion tempat dirinya meraih emas nomor 200 meter pada Kejuaraan Dunia tahun lalu sekaligus menyamai rekor empat gelar milik Usain Bolt di nomor tersebut.
Pada kejuaraan dunia yang sama, Lyles juga merebut medali perunggu nomor 100 meter di belakang dua sprinter Jamaika, Oblique Seville dan Kishane Thompson.
Seperti biasa, Lyles tampil atraktif di depan penonton Tokyo. Sebelum lomba dimulai, ia memperagakan pose dari serial anime Jepang âOne Pieceâ.
âSaya ingin orang-orang menikmati saat melihat saya berlari,â ujarnya. âSaya tidak ingin mereka hanya menonton lalu diam saja. Saya ingin mereka terhibur dan pulang dengan perasaan ingin melihatnya lagi.â
Di nomor lain, juara Olimpiade dan dunia 400 meter gawang, Rai Benjamin, memenangi lomba 400 meter putra dengan catatan waktu 44,69 detik.
Itu menjadi penampilan pertama Benjamin sejak merebut gelar juara dunia 400 meter gawang pada September tahun lalu.
Benjamin menyebut performanya sebagai ajang âmenghilangkan karatâ meski hanya terpaut kurang dari setengah detik dari catatan terbaik pribadinya, 44,21 detik.
âTujuan utama saya hari ini adalah menyusun balapan yang bagus tanpa terlalu fokus mengejar waktu luar biasa,â kata Benjamin yang selanjutnya akan tampil pada Diamond League Stockholm, 7 Juni mendatang.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Saat Pasar Goyang, Emas Digital Justru Makin Laris
-
Ojek Pangkalan-Ojek Online Akhirnya Rukun, Kenapa Harus Bentrok Dulu
-
Seorang Pendaki Hilang di Jalur Kawah Ijen Banyuwangi
-
NTB Siapkan Mekanisme Penyelesaian Sengketa Pemanfaatan Ruang Laut
-
Indonesia Perlukan ketajaman Hadapi Malaysia
-
Bupati Karawang Lantik 9 Kepala Desa Terpilih Hasil Pilkades Digital
-
Pengguna Angkutan Umum Selama Nataru 2025/2026 Mencapai 21,46 Juta Orang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.