Jagung 2025 Tak Sebanyak Tahun Lalu: Siap-siap Daging Ayam dan Telur Kian Mahal, Risiko Inflasi Jadi Dalih Buka Keran Impor
📅 Rabu, 01 Okt 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim PenulisPenurunan produksi tersebut berpotensi mendorong lonjakan harga jagung di dalam negeri. Kenaikan harga jagung langsung menjalar ke sektor hilir, terutama pakan ternak yang bahan bakunya sangat bergantung pada komoditas ini. Lonjakan harga pakan otomatis menekan margin peternak dan berpotensi mendorong kenaikan harga daging serta telur di pasar.
Untuk menahan gejolak, pemerintah biasanya tak punya banyak pilihan selain membuka kran impor. Namun, solusi instan ini juga menyimpan risiko: ketergantungan jangka panjang pada pasokan luar negeri bisa melemahkan daya saing produksi lokal
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!