Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wow! Target Ambisius: Investasi Eropa Dipacu Naik 20% Usai Kesepakatan Dagang IEU-CEPA

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wow! Target Ambisius: Investasi Eropa Dipacu Naik 20% Usai Kesepakatan Dagang IEU-CEPA Doc: ANTARA/Putu Indah Savitri
Ket. Menteri Investasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani (kiri) memberi suvenir kepada Dubes UE untuk Indonesia Denis Chaibi di sela-sela "Peluncuran EU Investment Desk” di Jakarta, Selasa (30/9/2025).

JAKARTA – Menggenjot investasi dari negara-negara Eropa penting karena kawasan ini punya modal besar, teknologi maju, dan standar keberlanjutan yang tinggi.

Bagi Indonesia, masuknya investasi Eropa bukan hanya soal tambahan dana segar, tapi juga peluang memperbaiki kualitas industri, memperluas akses pasar global, hingga mendorong transformasi hijau.

Kalau sinerginya jalan, investasi ini bisa jadi mesin akselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus reputasi Indonesia di kancah internasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani membidik pertumbuhan investasi dari negara-negara Eropa ke Indonesia hingga 20 persen per tahun imbas penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).

“Yang tadinya mungkin hanya pertumbuhan di 15 persen setiap tahunnya, karena jumlah (investasinya) masih belum besar, kami harap bisa meningkat sampai antara 18–20 persen setiap tahunnya,” ucap Rosan dalam konferensi pers "Peluncuran EU Investment Desk” di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM, Jakarta, Selasa (30/9).

Rosan menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 2020–2025, pertumbuhan investasi dari Uni Eropa ke Indonesia berada di rata-rata 15 persen, dengan total investasi selama 2020–2025 kurang lebih 14,5 miliar dolar AS.

Pertumbuhan sebesar 20 persen tersebut, kata dia, diharapkan terjadi dengan adanya IEU-CEPA yang sudah final.

Saat ini, Kementerian Investasi masih menunggu ratifikasi IEU-CEPA, agar perjanjian tersebut bisa segera berlangsung.

“Harus ada ratifikasinya. Ratifikasi ini kita terus dorong supaya bisa lebih cepat dan IEU-CEPA ini bisa berlaku efektif,” ucap Rosan.

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) resmi ditandatangani pada 23 September.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan skema Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berpotensi meningkatkan nilai ekspor produk Indonesia ke Uni Eropa (European Union/EU) sebesar 2,5 kali lipat.

Perjanjian tersebut diproyeksikan memberi dampak signifikan, di mana nilai perdagangan bilateral ditargetkan melonjak hingga 60 miliar dolar AS, dengan volume ekspor Indonesia naik lebih dari 50 persen hanya dalam 3–4 tahun ke depan.

Sejumlah sektor unggulan Indonesia seperti minyak sawit, tekstil, alas kaki, dan perikanan akan mendapat akses lebih luas di pasar Uni Eropa. Selain itu, sektor jasa profesional, seperti arsitektur, konsultan hukum, hingga industri kreatif, diharapkan mampu bersaing bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga kualitas dan inovasi.

Sementara itu, Uni Eropa akan memperoleh peluang lebih besar di pasar Indonesia, terutama di sektor pertanian, manufaktur, hingga jasa profesional di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.