Menteri PKP: Pemerintah akan Tingkatkan Renovasi Rumah Tak Layak Huni
📅 Selasa, 30 Sep 2025, 14:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Biro Pers Sekretariat Kepresidenan/Muchlis JR
BOGOR - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan meningkatkan jumlah rumah tidak layak huni yang akan direnovasi pemerintah. Rumah tidak layak huni di Tanah Air mencapai 26, 9 juta unit.
"Tahun ini kami ada 45.000 untuk merenovasi rumah, tahun depan bapak naikkan delapan kali sampai sembilan kali lipat. Total menjadi 400.000 rumah rakyat yang tidak layak huni untuk direnovasi," kata Ara, sapaan Menteri Maruarar, dalam acara akad massal 26.000 unit rumah bersubsidi di Pesona Kahuripan, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9).
Renovasi rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini melibatkan pihak swasta atau pengembang perumahan seperti Ray White Indonesia (RAY).
Selanjutnya Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas). Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas); Ketua Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra).
"Sekarang ribuan rumah dibangun dan direnovasi di seluruh Indonesia tanpa menggunakan APBN, Pak. Tapi dari perusahaan-perusahaan yang membantu, juga yayasan, asosiasi juga, Pak," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Ara menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan DPR karena telah menambah jumlah rumah yang akan direnovasi. Akses masyarakat untuk memiliki rumah layak huni semakin luas.
"Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden dan kepada Ibu Puan, Pak Dasco, DPR, karena menaikkan. Terima kasih, Bapak Presiden, karena makin banyak rumah yang tidak layak huni akan menjadi layak huni tahun depan," ujar dia.
Pemerintah juga memiliki program rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Rumah subsbidi FLPP untuk mengatasi backlog yang jumlahnya 9,9 juta unit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri akad massal 26.000 Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Acara berlangsung di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
Presiden Prabowo mengatakan perumahan sangat penting untuk rakyat terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sektor perumahan juga sebagai penggerak perekonomian.
“Perumahan adalah sangat penting untuk rakyat terutama yang berpenghasilan rendah. Perumahan juga bisa dan selalu menjadi motor pertumbuhan ekonomi, motor pembangunan ekonomi,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya, Senin (29/9).
Pemerintah memberikan perhatian serius untuk pemenuhan rumah bagi masyarakat berpengasilan rendah. Presiden Prabowo telah menargetkan pembangunan 3 juta rumah. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!