Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Peran Masyarakat, Empat Kelurahan di Bantul Sandang Predikat Siaga Tsunami

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 15:55 WIB | Oleh:
Perkuat Peran Masyarakat, Empat Kelurahan di Bantul Sandang Predikat Siaga Tsunami Doc: antara foto
Ket. Wilayah pesisir pantai di Bantul, DIY.

BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut empat kelurahan yang terletak di pesisir selatan daerah ini telah menyandang predikat masyarakat siaga tsunami yang mendapat pengakuan dari UNESCO.

“Di Bantul ada empat kelurahan yang sudah menyandang predikat masyarakat siaga tsunami atau tsunami ready community yang mendapatkan pengakuan dari UNESCO," kata Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah di Bantul, Minggu (28/9).

Dia menyebut, empat kelurahan pesisir selatan Bantul tersebut adalah Kelurahan Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kelurahan Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kelurahan Tirtohargo dan Kelurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek.

Selain empat kelurahan tersebut, kata dia, terdapat pula satu kelurahan yaitu Gadingsari Sanden yang juga meraih predikat masyarakat siaga tsunami di tingkat nasional.

"Jadi, kalau yang sudah masyarakat siaga tsunami totalnya ada lima kelurahan termasuk Srigading, dengan predikat untuk nasionalnya," katanya.

Menurut dia, sebagai upaya menguatkan peran masyarakat dan lembaga dalam mitigasi tsunami, BPBD Bantul rutin dua tahun sekali menggelar simulasi evakuasi tsunami bertajuk Indian Ocean Wave Exercise (IOWave), yang pada 2025 digelar pada 25 September.

“Kegiatan yang diikuti lima kelurahan yaitu Gadingsari, Poncosari, Tirtohargo, Parangtritis dan Srigading itu diharapkan dapat menyegarkan kembali bagaimana peran lembaga dan masyarakat dalam upaya mitigasi tsunami," katanya.

Aka Luk Luk mengatakan yang menjadi kunci adalah masyarakat memahami gempa dan potensinya, bagaimana masyarakat memahami sistem peringatan dini tsunami sehingga mereka mampu melakukan respon secara mandiri di fase awal tersebut.

"Jadi, kuncinya adalah di masyarakat bagaimana memahami dan melakukan respon awal, bagaimana mereka melakukan penyelamatan saat gempa kemudian merespon peringatan dininya dan melakukan perintah ataupun tindakan evakuasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
LRT Jabodebek Targetkan 30 ...
Olahraga
Marc Marquez Menangi MotoGP...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.