Persija Jakarta Siap Kehilangan Sang Kapten, Rizky Ridho

Kamis, 25 Sep 2025, 02:30 WIB

JAKARTA – Tak dapat dipungkiri, Rizky Ridho adalah jangkar bagi Persija Jakarta. Namun, Pelatih Persija Mauricio Souza menyatakan siap ditinggalkan Rizky. Dia tidak akan menghalangi Rizky Ridho jika sang kapten tim dan klub menyepakatinya. Rizky belakangan kerap disebut-sebut diminati sejumlah klub luar negeri.

Direktur Teknik Persija Bambang Pamungkas mengatakan ingin mempertahankan Ridho, namun pemain itu pernah menyatakan telah berkomunikasi dengan agennya. Menurutnya, Rizky dapat keluar negeri. Itu keputusan Ridho dan Persija. Bambang berharap Rizky akan bahagia, jika itu adalah keinginannya. “Itu sesuatu yang tidak dapat saya kendalikan,” kata Souza setelah memimpin latihan tim Persija di Persija Training Ground, Depok, Rabu.

Ket. Foto: Rizky Ridho — Sumber: ist

“Ridho adalah pemain hebat. Namun tidak ada pemain yang tidak dapat digantikan. Ridho, seperti yang telah saya katakan adalah pemain penting bagi kami. Namun jika ia mendapat tawaran yang bagus dan ingin pergi, dan menurut Persija masuk akal… bisa pergi,” lanjut dia.

Pada sesi latihan Rabu, penyerang Maxwell Souza yang telah menyumbang empat gol dari empat laga tidak ikut berlatih. Menurut Souza, Maxwell sakit perut sejak semalam dan karena suhu pagi hari di tempat latihan Persija cukup tinggi, maka Souza memilih mengistirahatkan pemain Brasil itu.

Pemain Brasil lainnya, Gustavo Franca, hanya dimainkan sebagai pemain pengganti pada pertandingan Persija melawan Dewa United, begitu pula saat menghadapi Bali United. Dalam pertandingan melawan PSM, Gustavo Franca malah tidak dibawa serta ke Parepare. “Dia merasa perlu sedikit beradaptasi. Dia pemain hebat, tidak diragukan lagi. Itulah mengapa dia datang ke sini,” tutur Souza.

Pelatih Persija Mauricio Souza menilai jadwal Super League yang mengharuskan timnya menjalani empat laga tandang berturut-turut sebagai tidak ideal karena menambah beban perjalanan tim di tengah kompetisi yang sudah ketat. "Saya harus bilang ini absurd. Empat laga tandang beruntun, apakah ada tim lain yang mengalami hal serupa? Saya tidak tahu, tapi yang jelas hanya kami yang harus menjalaninya," kata Souza di Persija Training Ground, Depok, Rabu.

Persija sebelumnya melawat ke Makassar untuk menantang PSM pada Minggu (21/9), kemudian menghadapi Borneo FC (28/9), Persebaya (18/10), dan Madura United (24/10). Souza menilai jadwal padat di luar kandang menuntut tim tetap tampil maksimal meski dihadapkan pada perjalanan panjang dan lawan-lawan yang kuat.

Saat takluk 0-2 kepada PSM pada Minggu, kekalahan itu menjadi kekalahan perdana Macan Kemayoran musim ini. Souza juga menyoroti kualitas lapangan Jakarta International Stadium (JIS) yang menjadi kandang Persija. Ia memang mengakui stadion itu megah dan berfasilitas lengkap, tapi kondisi rumputnya menghambat pola permainan tim.

"Stadionnya indah, fasilitas bagus, tapi kualitas lapangan tidak ideal. Pemain saya sendiri bilang mereka kesulitan. Saat lawan menutup ruang, kami butuh tempo cepat, tapi lapangan tidak memungkinkan," ujar Souza.

Menurut pelatih asal Brasil itu, kualitas lapangan yang beragam di kompetisi domestik masih menjadi kendala. Ia membandingkan dengan standar liga di Eropa, di mana lapangan cenderung seragam sehingga permainan bisa berkembang dengan baik.

Di luar persoalan teknis, Souza tidak terlalu memedulikan komentar suporter di media sosial. Namun, ia menyayangkan sejumlah kritik dari media yang menurutnya tidak mencerminkan analisis permainan secara objektif.

"Kalau suporter wajar, mereka bicara dengan hati. Tapi ketika media yang seharusnya paham justru mengatakan hal yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, itu yang lebih mengganggu," pungkas mantan pelatih Madura United itu.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.