Persija Jakarta Wajib Tempatkan Pemain Berkarakter, Ini Penjelasan Shin Tae-Yong

Kamis, 18 Jun 2026, 22:52 WIB

JAKARTA - Pelatih anyar Persija Jakarta Shin Tae-yong (STY) menegaskan ingin timnya dihuni oleh pemain-pemain berkarakter untuk mengarungi kompetisi musim 2025/2026.

Dikutip dari laman resmi I.League, Kamis (18/6), STY menginginkan pemain yang ia latih memiliki mentalitas dan kemauan untuk berjuang demi tim.

Ket. Foto: Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong berpose seusai perkenalan pelatih baru Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin (8/6). Persija Jakarta resmi mengontrak mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong dengan durasi tiga tahun. — Sumber: ANTARA/M Risyal Hidayat

Pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu melanjutkan pemain yang ia pilih harus memiliki semangat pengorbanan dan etos kerja tinggi di atas lapangan.

Menurutnya kini dalam sepak bola modern, kerja kolektif dan intensitas permainan menjadi fondasi utama yang menentukan keberhasilan sebuah tim.

"Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan. Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola," kata STY.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menjelaskan bahwa bentuk nyata dari pengorbanan tersebut adalah kesediaan pemain untuk bekerja dalam berbagai situasi, contohnya membantu pertahanan meski berada di posisi menyerang.

Ia menilai hal itu sebagai indikator penting untuk melihat seberapa besar komitmen seorang pemain terhadap kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.

"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi," ucapnya.

Selain itu, ia menilai bahwa membangun tim yang kuat tidak hanya bergantung pada kualitas individu pemain, tetapi juga pada kesamaan visi dan kesadaran kolektif untuk berjuang bersama

"Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama," katanya. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.