Wow! Dieng Resmi Sandang Status Geopark Nasional, Wisata Kian Mendunia
📅 Rabu, 24 Sep 2025, 19:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Sumarwoto
SEMARANG – Penetapan geopark nasional memiliki arti strategis karena tidak hanya melindungi warisan geologi, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal berbasis pariwisata berkelanjutan.
Status ini mendorong konservasi alam sekaligus pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung melalui peningkatan kunjungan wisata, lapangan kerja, hingga produk UMKM.
Selain itu, geopark nasional memperkuat citra Indonesia di kancah internasional sebagai negara dengan kekayaan geodiversitas yang diakui, sekaligus memperluas potensi masuknya investasi di sektor ekowisata.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebutkan kawasan dataran tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara telah ditetapkan sebagai Taman Bumi (Geopark) Nasional Dieng oleh Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM).
"Penetapan geopark ini, tentu berbicara tentang potensi pariwisata dan alam. Akan tetapi juga harus dijadikan daerah untuk sarana pendidikan atau penelitian. Tujuannya agar Dieng ini bisa kita jaga bersama-sama," katanya, di Semarang, Rabu (24/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal tersebut disampaikannya saat menerima penyerahan Sertifikat Salinan dan Sosialisasi Keputusan Menteri ESDM tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Dieng di kompleks Kantor Gubernur Jateng, Semarang.
Seiring dengan penetapan sebagai geopark nasional, Gus Yasin meminta agar kawasan Tinggi Dieng untuk terus dikembangkan potensinya.
Sebagai informasi, Kawasan Dataran Tinggi Dieng secara resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Kementerian ESDM melalui Surat Keputusan Nomor 172.K/GL.01/MEM.G/2025 yang diterbitkan pada 7 Mei 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, penetapan kawasan Dieng sebagai geopark berpotensi mendatangkan para peneliti ,baik dalam negeri maupun mancanegara, sehingga hasilnya bisa menjadi kajian untuk konservasi.
Ia mengatakan banyak potensi di kawasan tersebut yang dikembangkan, salah satunya adalah pariwisata karena di kawasan tersebut ada candi, tradisi potong rambut gimbal, dan kekayaan alamnya.
Dengan pengembangan berbagai potensi Dieng tersebut, ia berharap kesejahteraan masyarakat sekitar menjadi meningkat.
Lebih lanjut, dia meminta Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara untuk berkolaborasi mengembangkan potensi wilayah Dieng bersama.
"Tentunya sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, pendapatan wilayah bisa kembali untuk pembangunan daerah," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengatakan penetapan geopark oleh kementerian menjadi modal awal untuk membangun pengelolaan yang lebih baik, profesional dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!