Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warisan Islam di Tiongkok: Masjid Megah yang Bertahan di Tengah Modernitas Guangzhou

📅 Rabu, 24 Sep 2025, 13:14 WIB | Oleh: Tim Penulis

Status perlindungan sebagai situs warisan budaya nasional yang diberikan pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmen Tiongkok dalam melestarikan keragaman budaya dan agama.

Area kompleks masjid yang mencakup tempat ibadah luas, halaman rindang dengan pepohonan berusia ratusan tahun, dan museum kecil yang menampilkan koleksi artefak sejarah Islam di Guangzhou menjadi bukti nyata investasi pemerintah dalam pelestarian warisan multikultural.

Museum tersebut menyimpan naskah-naskah kuno, kaligrafi Arab dan Tiongkok, serta benda-benda bersejarah yang menceritakan perjalanan panjang komunitas Muslim di Guangzhou.

Kunjungan delegasi Indonesia ini melibatkan akademisi dan praktisi, dengan keahlian khusus di bidang budaya dan bahasa.

Selain Saifus Somad, delegasi terdiri dari Novi Basuki (penulis buku dan kontributor rubrik Harian Disway yang mengkhususkan penelitiannya pada sejarah dan perkembangan hubungan budaya Indonesia-Tiongkok). Muhammad Farhan Masnur, akademisi Universitas Negeri Surabaya, dan Rachmat Hidayat, jurnalis Kantor Berita Antara Biro Jawa Timur.

Keberadaan Masjid Huaisheng di jantung kota metropolitan Guangzhou memberikan gambaran autentik tentang praktik kehidupan beragama di Tiongkok.

Delegasi Indonesia menyaksikan langsung implementasi kebijakan pemerintah yang tidak hanya menggambarkan semangat toleransi, tetapi secara aktif melestarikan warisan Islam sebagai bagian integral dari identitas nasional Tiongkok.

Kunjungan bersejarah ini meninggalkan kesan mendalam bagi delegasi yang menyaksikan bagaimana Islam telah menjadi bagian tak terpisahkan dari mosaik peradaban Tiongkok.

Pengalaman ini diharapkan dapat memperkuat hubungan Indonesia dengan Tiongkok, khususnya dalam pertukaran budaya dan agama, serta menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga kerukunan dan melestarikan warisan sejarah untuk generasi mendatang.

Delegasi berkomitmen untuk membagikan dan mendokumentasikan pengalaman berharga ini kepada masyarakat Indonesia. Mereka yakin bahwa kisah toleransi dan pelestarian warisan Islam di Guangzhou dapat menjadi inspirasi bagi upaya membangun dialog lintas agama dan budaya lebih produktif di Asia Tenggara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.