Peluang Melemah Terbuka, 24 September 2025
📅 Rabu, 24 Sep 2025, 08:50 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih tertekan dalam perdagangan di pasar uang antarbank, tengah pekan ini. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sentimen dalam negeri dan global.
Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo melihat pergerakan rupiah akan dipengaruhi pasar yang menantikan data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis akhir pekan ini. Jika data inflasi menunjukkan sinyal hawkish, maka tekanan terhadap rupiah diperkirakan akan berlanjut.
Dari dalam negeri, Sutopo melihat kekhawatiran fiskal pasca revisi anggaran negara dan ketidakpastian politik masih akan memberatkan rupiah. Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (24/9), bergerak di kisaran 16.600–16.700 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (23/9) sore, melemah sebesar 77 poin atau 0,46 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.688 rupiah per dollar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap pelemahan kurs rupiah dipengaruhi antusiasme yang menurun dari para pelaku pasar pascapergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani kepada Purbaya Yudhi Sadewa. “Berbagai kebijakan yang dikeluarkan Purbaya juga dianggap masih belum diterima oleh pasar,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!