Produk Perkebunan Sumbar Tembus Pasar Jepang, 12.000 Ton Cangkang Sawit Diekspor
📅 Selasa, 23 Sep 2025, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Sumatera Barat (Sumbar) memfasilitasi ekspor 12 ribu ton cangkang inti kelapa sawit asal Ranah Minang dengan negara tujuan Jepang.
"Total nilai ekspor cangkang inti kelapa sawit tujuan Jepang ini sebesar Rp15,9 miliar," kata Kepala Balai Karantina Sumbar, RM Ende Dezeanto di Padang, Selasa.
Ende mengatakan sebelum dikirim ke Jepang, Balai Karantina setempat terlebih dahulu memastikan aspek keamanan dan kualitas produk sesuai dengan standar karantina internasional.
Proses tersebut dimulai dengan pengambilan sampel di gudang penyimpanan perusahaan eksportir. Kemudian, sampel dibawa ke laboratorium karantina untuk proses pemeriksaan dan pengujian.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan cangkang inti kelapa sawit bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina yang dapat membahayakan sektor pertanian negara tujuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk tahap akhir melibatkan pengawasan pemuatan (loading supervision) ke dalam kapal di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang. Petugas karantina hadir langsung guna memastikan tidak terjadi kontaminasi selama proses bongkar muat, dan sesuai dengan jumlah yang lolos kekarantinaan.
Ia menyampaikan ekspor cangkang inti kelapa sawit ke luar negeri merupakan agenda rutin yang difasilitasi Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan setempat. Keberhasilan ekspor ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap devisa negara tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah, khususnya para pelaku usaha di sektor perkebunan kelapa sawit di Ranah Minang.
"Komitmen kami memastikan kelancaran ekspor dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kualitas produk, sesuai dengan standar karantina internasional," ujar dia menegaskan.
Selain ke Jepang, Provinsi Sumbar juga mengekspor cangkang inti kelapa sawit ke Korea Selatan. Komoditas ini dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan untuk pembangkit listrik di kedua negara tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!