Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Mojokerto Hadirkan Teknologi Digital untuk Pengembangan Kota Cerdas

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 13:48 WIB | Oleh:
Pemkot Mojokerto Hadirkan Teknologi Digital untuk Pengembangan Kota Cerdas Doc: antara foto
Ket. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari

MOJOKERTO - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) di samping menghadirkan teknologi digital juga menjadikan birokrasi sebagai motor penggerak dalam pengembangan kota cerdas (smart city).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Selasa, mengatakan keberhasilan enam dimensi kota cerdas sangat ditentukan oleh kualitas birokrasi.

"Kunci keberhasilan penerapan enam dimensi smart city ada pada birokrasi. Smart government, smart economy, hingga smart living tidak akan berjalan jika birokrasi tidak peduli dan tidak bekerja dengan optimal," kata Ning Ita sapaan akrabnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Kota Cerdas di Kota Mojokerto.

Ia menepis anggapan bahwa kota cerdas hanya identik dengan aplikasi atau teknologi informasi semata.

"Mayoritas orang mengira smart city itu sekadar aplikasi atau teknologi informasi. Padahal, tidak demikian. Smart city mencakup enam dimensi besar yang harus dipahami dan dijalankan bersama, bukan hanya soal digitalisasi," tuturnya.

Kota Mojokerto, kata dia, berada di peringkat ke-11 dari 156 daerah se-Indonesia dalam implementasi program kota cerdas.

"Selama nilai itu belum yang paling tinggi, kita masih memiliki peluang untuk lebih baik. Ketidakpuasan itulah yang harus menjadi motivasi agar kita terus berkinerja lebih baik ke depan," ujarnya.

Diskusi strategis ini menandai bahwa Pemkot Mojokerto tidak ingin terjebak pada simbolisasi "kota digital" semata, melainkan membangun ekosistem kota cerdas yang lebih inklusif, terukur, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Untuk menopang itu, sebelumnya, Pemkot Mojokerto juga memfasilitasi pemenuhan protein kepada warga berbasis kedelai, salah satunya melalui pelatihan olahan makanan berbahan kedelai di kota setempat.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Senin, mengatakan kali ini anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan makanan berbahan kedelai.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan kebutuhan protein nabati sehari-hari dapat dicukupi melalui olahan kedelai.

"Selama ini kita mengenal kedelai sebagai bahan dasar tempe yang dikonsumsi sebagai lauk. Namun melalui pelatihan ini kita belajar bagaimana mengolah kedelai lebih variatif sehingga bisa menjadi pilihan menu lain bagi keluarga,” tuturnya.

Selain tempe, lanjutnya, kedelai dapat diolah menjadi berbagai produk yang bernilai gizi sekaligus bernilai ekonomi. Dalam pelatihan ini anggota PKK mempraktikkan pembuatan minuman sari kedelai, kudapan tauwa, cookies, hingga brownies berbahan kedelai.

Ning Ita berharap keterampilan ini mampu mendukung ketahanan pangan keluarga, sekaligus membuka peluang usaha rumahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

15 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.