Mengandung Logam Berbahaya, LG Electronics Ajak Masyarakat Daur Ulang Sampah Elektronik
📅 Selasa, 23 Sep 2025, 19:15 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
JAKARTA – E-Waste Recycling for A Better Planet, kampanye untuk menumbuhkan kepedulian pada menciptakan lingkungan yang berkelanjutan kembali digelar. Kegiatan ini dilakukan di tiga sekolah dasar yaitu SDN Ragunan 8, SDIT Pembangunan Pamulang dan SDN Kebon Baru 07.
Program tanggung jawab sosial (CSR) dari PT LG Electronics Indonesia (LG) akan berlangsung sepanjang satu bulan sejak 24 September. Sesuai namanya, kampanye ini mengajak masyarakat luas mengumpulkan berbagai sampah elektronik di sekitar untuk didaur ulang.
“Kerap menjadi hal yang terlupa diantara jenis lainnya, kesadaran akan memperlakukan sampah elektronik menjadi hal penting dalam upaya penciptaan lingkungan berkelanjutan,” ujar Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia dalam acara peluncuran kampanye E-Waste Recycling for A Better Planet, di SDN Ragunan 8, Jakarta Selatan pada hari Selasa (23/9).
Bentuk kampanye ini, LG menyediakan boks di enam titik lokasi sebagai tempat bagi masyarakat untuk membawa sampah elektronik miliknya. Keenam lokasi titik pengumpulan ini termasuk tiga fasilitas LG yaitu LG Service Center Jakarta yang terletak di Pondok Labu, kantor LG di Gandaria 8 Office lt. 23, dan LG ZonaSeru di CGV Central Park lt. 8 (P.13) Jakarta.
Sementara tiga lokasi lainnya, dibuka melalui kerjasama dengan sekolah dasar di Jakarta dan Tangerang. Masing-masing bertempat di tiga sekolah dasar negeri yaitu SDN Ragunan 8, SDN Kebon Baru 07, dan SDIT Pembangunan Pamulang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui tiap box yang ditempatkan di berbagai lokasi tersebut, LG memberikan poster edukasi terkait pentingnya untuk memilah dan mendaur ulang sampah elektronik. Bahkan khusus bagi ketiga sekolah dasar negeri tersebut, perusahaan memberikan edukasi langsung kepada para murid sekolah terkait kondisi penumpukan sampah di Indonesia. Termasuk didalamnya, sampah elektronik yang perlu mendapatkan perhatian serius.
“Edukasi ini bertujuan memberi pemahaman mendalam tentang dampak buruk sampah terhadap kesehatan, lingkungan, hewan laut, serta urgensi perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan pada usia muda,” ujarnya.
Ha Sang-chul, menambahkan, edukasi yang dilakukan mengajarkan konsep pengurangan penggunaan, penggunaan kembali barang, dan daur ulang sampah sebagai kebiasaan sehari-hari di rumah dan sekolah. Dipilihnya siswa pada usia sekolah dasar dalam pemberian penyuluhan dan workshop terkait sampah elektronik ini, tak lepas dari harapan LG bagi terbentuknya pelopor dengan kesadaran tinggi akan penanganan sampah di Indonesia di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"LG percaya bahwa perubahan harus dimulai dari usia yang paling dini. Ini sekaligus menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujar Ha Sang-chul.
Dalam penyampaian penyuluhan ini, LG bekerjasama dengan Liberty Society. Dikenal sebagai perusahaan sosial yang bergerak pada penciptaan produk ramah lingkungan dan dari daur ulang dengan pemberdayaan perempuan yang terpinggirkan, keterlibatan Liberty Society dalam penyuluhan bagi siswa di ketiga SD tadi juga akan memberikan demo terkait memilah sampah elektronik dan mengubah beberapa di antaranya menjadi barang yang bermanfaat.
Kolaborasi LG dengan Liberty Society ini tak berhenti hingga disana. Keseluruhan sampah elektronik yang terkumpul sepanjang kampanye, juga akan didaur ulang oleh Liberty Society. Dari daur ulang sampah elektronik ini, Liberty Society akan mengubahnya menjadi berbagai produk seperti key-chain, mainan action figure dan lainnya.
Pendiri Liberty Society Tamara Gondo mengatakan, sampah elektronik mencakup 8 persen dari total sampah dunia. Di Indonesia, jumlahnya diproyeksikan mencapai 50 juta unit pada 2028.
“Sayangnya adik-adik, kurang dari 10 % yang berhasil didaur ulang. Artinya 90 persen terbuang begitu saja,” ujar dia di hadapan siswa-siswa SDN Ragunan 8.
Sementara itu Analis Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Lyta Permatasari, mengatakan sampah elektronik jangan langsung dibuang ke tempat sampah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!