Indonesia-UE Akhirnya Sepakati Perjanjian Perdagangan IEU-CEPA Setelah Hampir 10 Tahun Negosiasi
📅 Selasa, 23 Sep 2025, 11:47 WIB | Oleh: Lili LestariUni Eropa merupakan mitra dagang terbesar kelima Indonesia dengan perdagangan bilateral mencapai $30,1 miliar tahun lalu.
Perjanjian itu akan semakin membuka akses UE ke pasar Indonesia yang berpenduduk sekitar 280 juta orang, kata Deni.
Ketegangan Kebijakan Hijau
Hubungan kedua negara telah renggang akibat sejumlah isu, termasuk usulan larangan impor oleh Brussels terhadap produk-produk yang terkait dengan deforestasi, yang membuat marah Indonesia, eksportir utama minyak sawit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan peraturan deforestasi Uni Eropa, ekspor berbagai macam barang -- termasuk kedelai, kayu, minyak sawit, ternak, kertas cetak, dan karet -- dilarang jika diproduksi di lahan yang gundul setelah Desember 2020.
Airlangga mengatakan Sefcovic telah berjanji akan memberikan "perlakuan khusus" terkait regulasi bagi negara-negara yang telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan blok tersebut.
Uni Eropa telah menunda penerapan aturan tersebut hingga akhir tahun ini setelah mendapat reaksi keras.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, para aktivis khawatir perjanjian perdagangan tersebut akan menyebabkan lebih banyak deforestasi yang didorong oleh meningkatnya permintaan minyak sawit Indonesia.
"Hutan alam yang tersisa di konsesi kelapa sawit berpotensi ditebang dalam waktu dekat (dan) diubah menjadi perkebunan," kata Syahrul Fitra dari Greenpeace Indonesia.
Brussels dilaporkan mendorong untuk memasukkan ketentuan tentang deforestasi dalam perjanjian, tetapi rinciannya belum dipublikasikan.
Setelah penandatanganan pada hari Selasa, kedua belah pihak diharapkan melakukan langkah-langkah termasuk pemeriksaan hukum dan penerjemahan dokumen resmi, kata Airlangga.
Kesepakatan tersebut kemudian harus diratifikasi oleh anggota UE serta anggota parlemen di Parlemen Eropa dan Indonesia.
Perjanjian tersebut diharapkan dapat terlaksana pada tahun 2027, tambah Airlangga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!