- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Sebut Raja Media Rup...
Trump Sebut Raja Media Rupert Murdoch Tertarik Investasi di TikTok AS
Senin, 22 Sep 2025, 08:31 WIBWASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan raja media Rupert Murdoch dan putra sulungnya Lachlan dapat menjadi salah satu investor yang akan mengambil alih TikTok di Amerika Serikat.
Amerika Serikat secara tegas berupaya mengambil alih operasi TikTok di AS dari tangan perusahaan induknya, ByteDance, karena alasan keamanan nasional.
Sejak kembali berkuasa pada bulan Januari, Trump telah berulang kali menunda penerapan larangan tersebut sementara kesepakatan sedang diupayakan.
Ia telah bernegosiasi dengan Beijing untuk menjual operasi platform tersebut di AS kepada konsorsium investor yang ia gambarkan sebagai "patriot" termasuk sekutu dan bos raksasa teknologi Oracle, Larry Ellison, dan pengusaha Michael Dell.Â
Pada hari Minggu (21/9), ia menambahkan lebih banyak nama ke dalam daftar itu.
"Saya tidak suka mengatakan ini, tapi ada seorang pria bernama Lachlan yang terlibat... Lachlan Murdoch, saya rasa," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, Minggu.
"Dan Rupert, mungkin akan masuk ke dalam kelompok itu. Saya rasa mereka juga akan masuk ke dalam kelompok itu. Ada beberapa orang lainnya, orang-orang yang sangat hebat, orang-orang yang sangat terkemuka."
Awal bulan ini, anak-anak raja media sayap kanan Rupert Murdoch mencapai penyelesaian dalam pertikaian hukum jangka panjang mereka atas kendali kerajaan media, yang memperkuat kepemimpinan putra sulungnya, Lachlan.
Lachlan Murdoch, yang secara resmi mengambil alih Fox News dan News Corp sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, adalah putra tertua Rupert Murdoch.
Rupert Murdoch membangun kerajaan media konservatif sayap kanan yang meliputi Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.Â
Pada hari Sabtu, Gedung Putih mengatakan dewan perusahaan baru yang akan mengendalikan operasi TikTok di AS akan didominasi oleh warga negara Amerika, dan kesepakatan dapat ditandatangani "dalam beberapa hari mendatang."
Sehari sebelumnya, Trump melakukan panggilan telepon dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping. Ia mengklaim kesepakatan untuk menjual aplikasi populer TikTok bisa menjadi "formalitas" dan dia jua mengatakan akan mengunjungi Tiongkok.
Pemimpin dua ekonomi terbesar dunia itu berbicara melalui telepon untuk kedua kalinya sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih, yang telah mencoba untuk meredakan ketegangan meskipun kritiknya yang dulu tajam terhadap Tiongkok.
Trump mengatakan Xi menyetujui" kesepakatan tersebut selama panggilan telepon, tetapi kemudian berkata: "Kita harus menandatanganinya... Saya rasa itu bisa jadi formalitas belaka." Namun Tiongkok tidak mengonfirmasi kesepakatan apa pun.
"Kita akan menerapkan kontrol yang sangat, sangat ketat," kata Trump. "TikTok punya nilai yang luar biasa, dan saya agak berprasangka buruk karena sejujurnya saya sangat sukses di sana."
- TikTok Amerika
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Trump Sebut Xi Jinping Setujui Kesepakatan TikTok
-
Di 2nd Investment Conference CFA Society Indonesia, Para Pakar Siap Bahas Peran AI di Sektor Keuangan dan Investasi
-
Jenazah Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus
-
Sinopsis Shadow Force: Cinta Terlarang Dua Prajurit Elit, Diburu Rekan Sendiri, Tayang 9 Mei!
-
TikTok Putus Hubungan! Versi AS Diblokir dari Dunia, Kreator Global Terancam Kehilangan Lahan Uang?
-
Tim SAR cari nenek 74 tahun yang hilang
-
Granat Jatim Desak Pencabutan Izin Es Krim Beralkohol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.