Trump Sebut Xi Jinping Setujui Kesepakatan TikTok

Minggu, 21 Sep 2025, 09:21 WIB

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menyetujui kesepakatan terkait TikTok yang memungkinkan platform video pendek tersebut dikelola oleh konsorsium investor asal Amerika Serikat.

Pemimpin dua ekonomi terbesar dunia berbicara melalui telepon untuk kedua kalinya sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih, yang telah mencoba untuk meredakan ketegangan meskipun kritiknya yang dulu tajam terhadap Tiongkok.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan bertemu kembali di G20 di Buenos Aires pada November 2018. — Sumber: AFP

Amerika Serikat dengan tegas berupaya mengambil alih TikTok , platform media sosial yang sangat populer di kalangan anak muda Amerika yang juga digunakan Trump untuk mengumpulkan dukungan, dari tangan Tiongkok.

Trump mengatakan bahwa Xi "menyetujui" kesepakatan tersebut selama panggilan telepon, tetapi kemudian berkata: "Kita harus menandatanganinya... Saya rasa itu bisa jadi formalitas belaka." Tiongkok tidak mengonfirmasi kesepakatan apa pun.

“Pembicaraan melalui telepon berlangsung sangat baik, kami akan berbicara lagi, dan saya mengapresiasi persetujuan TikTok,” kata Trump melalui akun Truth Social miliknya.

"Kita akan menerapkan kontrol yang sangat, sangat ketat," kata Trump. "TikTok punya nilai yang luar biasa , dan saya agak berprasangka buruk karena sejujurnya saya sangat sukses di sana."

Ia juga mengatakan bahwa Xi berjanji akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Ukraina, di mana Tiongkok dituduh oleh negara-negara Barat secara tidak langsung mendukung invasi Russia, meskipun Beijing mengatakan pihaknya adalah pihak yang netral.

Dilansir dari Tech Crunch pada Sabtu (20/9) waktu setempat, perusahaan induk TikTok, ByteDance, juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan komitmennya untuk memastikan aplikasi itu tetap tersedia bagi pengguna di Amerika Serikat melalui TikTok U.S.

Dalam pernyataan di situs resminya, ByteDance menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump atas upaya mereka menjaga keberlangsungan TikTok di Amerika Serikat.

"ByteDance akan bekerja sesuai hukum yang berlaku untuk memastikan TikTok tetap tersedia bagi pengguna AS melalui TikTok U.S,” kata perusahaan.

Belum ada rincian lebih lanjut mengenai isi kesepakatan tersebut. Namun, kedua negara diketahui sedang mencari solusi untuk menyelamatkan bisnis TikTok di Amerika Serikat setelah aplikasi itu dilarang pada Januari lalu atas alasan keamanan nasional.

Larangan itu sempat ditangguhkan beberapa kali oleh pemerintahan Trump menyusul penolakan dari konsumen dan kreator konten.

Pekan ini, Trump sempat memberi isyarat di media sosial pribadinya, Truth Social, bahwa kesepakatan telah dicapai dan pembeli akan segera diumumkan.

Laporan The Wall Street Journal menyebut para investor seperti Oracle, Silver Lake, dan Andreessen Horowitz akan memegang 80 persen saham di entitas TikTok U.S, sementara sisanya tetap dimiliki pemegang saham asal Tiongkok.

Dewan direksi perusahaan baru tersebut juga akan didominasi orang Amerika, dengan satu kursi disediakan untuk perwakilan pemerintah Amerika Serikat.

  • TikTok Amerika

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.