Terobosan Baru, Bangka Belitung Bidik Ekspor Udang ke Arab Saudi
📅 Minggu, 21 Sep 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Pangkalpinang - Pelaku usaha petambak udang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membidik ekspor udang ke pangsa pasar Arab Saudi, sehingga dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah itu.
"Alhamdulillah, saat ini unit pengolahan perikanan di Kepulauan Babel sudah mendapatkan platform number ekspor dari Arab Saudi," kata Kepala Badan Mutu KKP Kepulauan Babel Dedy Arief Henriyanto di Pangkalpinang, Minggu (21/9).
Ia mengatakan dengan adanya platform number dari Arab Saudi ini, maka peluang pangsa ekspor produk perikanan khususnya udang di Kepulauan Bangka Belitung ke negara tersebut semakin terbuka luas.
"Kemungkinan besar Arab Saudi menerima produk udang Kepulauan Babel, sebagai alternatif negara tujuan ekspor selain Amerika Serikat," katanya.
Ia menyatakan selama ini rata-rata tujuan ekspor udang Kepulauan Babel ke Amerika Serikat mencapai 15.000 hingga 20.000 ton per tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Selama ini ekspor udang Kepulauan Babel dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, karena belum tersedianya Pelabuhan khusus ekspor di daerah ini," katanya.
Menurut dia selama ini udang-udang yang diekspor ini belum ada penolakan dari negara tujuan ekspor, karena komoditas ini sudah terjamin mutu dan kualitasnya.
"Kami sudah menginventarisir ke seluruh petambak, suplier udang ini dan tidak ada ditemukan kasus udang yang ditolak negara tujuan ekspor," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menu MBG
Seiring dengan itu, Badan Mutu Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Provinsi Bangka Belitung mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjadikan produk udang sebagai menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu.
"Kami mendorong dapur MBG bisa menjadikan udang sebagai menu makanan kepada siswa-siswi," kata Kepala Badan Mutu KKP Kepulauan Babel Dedy Arief Henriyanto di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan produk udang ini sangat bagus untuk perkembangan dan dapat menambah kecerdasan siswa-siswi, karena mutunya sudah terjamin dan juga memiliki kandungan gizi, protein dan kalsium tinggi.
Selain itu harga udang ini juga sangat terjangkau, karena jika dihitung-hitung satu kilogram ikan tenggiri sudah dapat satu kilogram udang ukuran 30 atau satu kilogram cumi sudah dapat dua kilogram udang ukuran 50 cm.
"Kami berharap dengan dijadikannya udang sebagai menu MBG dapat meningkatkan kecerdasan dan siswa semakin mandiri," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!