Bir Pletok, Minuman Rempah dari Betawi untuk Teman di Hari Dingin
Minggu, 21 Sep 2025, 16:17 WIB | Oleh: SujarUsaha bir pletok Titin sudah berlangsung selama beberapa tahun belakangan ini. Skalanya pun masih rumah tangga. Dalam memproduksi bir pletok, dia dibantu sekitar enam karyawan yang sebagian adalah tetangga dan anggota keluarganya.
Produk bir pletok Titin sudah sampai ke luar Jawa, seperti Bali dan Kalimantan, meskipun hanya terbatas pada kenalannya yang memesan. Strategi penjualan daring pun dia jalankan. Dalam sehari, 25-50 botol bir pletok bisa dia jual.
Ditanya tentang pendapatan, Titin tersenyum. Katanya, cukup untuk membiayai hidup dirinya dan suami serta menggaji para karyawan.
Melihat potensi produk bir pletok di pasar global, Titin pun ditawari untuk ekspor produk. Dalam hati dia mengamini tawaran itu, namun dia mengaku terbentur kendala skala produksi.
Titin mengaku belum bisa memproduksi bir pletok dalam jumlah banyak karena masih mengerjakannya secara manual, khususnya dalam pengupasan bahan, seperti jahe dan penggilingan.
Untuk produksi skala rumahan saja, cukup banyak tenaga karyawan yang terkuras dalam sehari. Sementara untuk ikut serta dalam pameran, seperti JITEX 2025, butuh waktu lebih dari sehari untuk urusan mengupas jahe saja.
"Supaya bisa berkembang ingin punya mesin penggiling. Harganya mahal, sekitar Rp500-700 juta. Jadi selama ini kan diblender. Awalnya diblender berapa kali, blender sudah berkali-kali rusak," ungkap Titin.
Selain mesin, Titin juga belum paham menyiapkan produk untuk ekspor, salah satunya terkendala bahasa asing. Menurut informasi yang dia dengar, produsen harus menyiapkan produk dengan kemasan bertuliskan Bahasa Inggris.
Dukungan Pemprov DKI
Usaha produk lokal sesungguhnya telah menjadi perhatian pemerintah daerah agar dapat berkembang dan melebarkan sayap ke pasar global.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, misalnya, berkomitmen mendukung produk lokal inovatif, sebagai salah satu upaya mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Frida Elizabeth mengatakan dukungan ini diatur melalui berbagai kebijakan yang mendukung produk lokal, salah satunya memprioritaskan produk lokal UMKM dalam setiap belanja daerah.
Upaya lainnya adalah membangun kolaborasi strategis bersama pemangku kepentingan di sektor industri kreatif internasional dalam pemasaran produk kreatif unggulan ke pasar global.
Ini untuk memastikan produk-produk kreatif Jakarta tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga mampu tampil dan bersaing di pasar internasional.
Dukungan juga diberikan Pemprov DKI melalui program Jakarta Enterpreneur (Jakpreneur). Di ajang itu, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan dan pelatihan agar mereka memiliki keterampilan dan kemandirian berwirausaha serta berkesempatan untuk meraih kesuksesan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!