Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Jenazah Pekerja Freeport Ditemukan Tertimbun Longsor, Keduanya dari Cilacap dan Tulungagung

📅 Sabtu, 20 Sep 2025, 13:52 WIB | Oleh:
Dua Jenazah Pekerja Freeport Ditemukan Tertimbun Longsor, Keduanya dari Cilacap dan Tulungagung Doc: Freeport Indonesia
Ket. Tim penyelamat tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia menggunakan berbagai peralatan berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang masih terjebak di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura.

TIMIKA - Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyebutkan tim penyelamat pada Sabtu (20/9) pagi berhasil menemukan dua jenazah pekerja Freeport yang tertimbun material basah di lokasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave Tembagapura.

"Kedua jenazah ditemukan pada Sabtu pagi ini, sekitar pukul 08.45 WIT. Kondisi kedua jenazah masih utuh, ditemukan di satu tempat tertimpa material longsoran," katanya di Mimika, Papua Tengah, Sabtu.

Saat ini, kedua jenazah bernama Irawan (46) dan Wigih Hartono (37) itu, sedang dilakukan proses identifikasi oleh Tim Inavis Polres Mimika untuk kemudian dilakukan visum.

Korban atas nama Irawan, warga berasal dari Cilacap, Jawa Tengah, sedangkan Wigih Hartono berasal dari Tulungagung, Jawa Timur.

"Setelah dilakukan identifikasi dan visum, rencananya hari ini juga akan diterbangkan ke kampung halaman mereka masing-masing," kata dia.

Dengan penemuan kedua jenazah pekerja tersebut, saat ini tim penyelamat masih terus mencari keberadaan lima pekerja lainnya di area tambang bawah tanah GBC Tembagapura yang masih dipenuhi material lumpur basah sejak Senin (8/9) malam.

"Pencarian terhadap pekerja yang lainnya masih terus dilakukan," katanya.

Sebanyak tujuh pekerja yang terperangkap di area tambang bawah tanah GBC, lima orang di antaranya kru PT Redpath Indonesia dan dua kru elektrik PT Cipta Kontrak di bawah Divisi Operation Maintenance PTFI.

Sebelumnya, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati menyebutkan tim penyelamat bekerja tanpa henti untuk membuka akses menuju lokasi keberadaan para pekerja dengan alat berat jarak jauh (remote loader), bor, dan drone, meski terus-menerus menghadapi tantangan besar dan risiko keselamatan tinggi.

Tantangan terbesar, yakni volume material basah yang masih aktif dalam jumlah yang besar, jauh lebih besar dari yang pernah terjadi. Hal ini membuat proses penyelamatan menjadi kompleks, penuh risiko, dan memerlukan waktu tambahan untuk menyingkirkan material dalam jumlah besar.

"Kami menyadari bahwa upaya penyelamatan ini penuh tantangan dan tidak mudah. Namun demikian, kami tidak akan menyerah dan akan terus mengerahkan segala daya upaya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.