Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Qodari Sebut Jurus 'Gas Ekonomi' Jadi Kunci Dongkrak Daya Beli Masyarakat

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Qodari Sebut Jurus 'Gas Ekonomi' Jadi Kunci Dongkrak Daya Beli Masyarakat Doc: Antara
Ket. Dari kiri ke kanan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodar, Menteri PKP Maruarar Sirait, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam acara "Penguatan Ekosistem Perumahan" di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/9).

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai pendekatan "gas ekonomi" yang dilakukan pemerintah sangat penting untuk mendorong daya beli masyarakat.

Ia mengapresiasi kebijakan yang dilakukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

"Pak Purbaya memang pintar, tetapi sebenarnya beliau keduluan oleh Pak Ara. Sebelum ada kebijakan memindahkan Rp200 triliun dari Bank Indonesia untuk menambah likuiditas bank, Pak Ara sudah lebih dulu memindahkan sekitar Rp150 triliun (red: sebenarnya Rp80 triliun) khusus untuk perumahan. Caranya, melalui penurunan Giro Wajib Minimum dari 5 persen menjadi 4 persen," ungkap Qodari dikutip dari keterangan resminya diterima di Jakarta, Jumat (19/9).

Qodari menyampaikan hal tersebut dalam acara "Penguatan Ekosistem Perumahan" di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/9).

Ia mencontohkan melalui dana yang dialokasikan Maruarar tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah kini bisa mendapatkan akses perumahan dengan bunga rendah atau dana murah.

"Kalau Pak Purbaya gas ekonomi melalui berbagai program kredit usaha dan lainnya, Pak Ara gas ekonomi melalui dana perumahan. Hasilnya, masyarakat bisa lebih mudah memiliki rumah," ujarnya.

Qodari menilai kebijakan itu juga sejalan dengan struktur ekonomi masyarakat Indonesia yang mayoritas berada di kelompok berpenghasilan menengah bawah, dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp3-4 juta per bulan.

"Jadi yang dikerjakan Pak Ara, para kepala daerah, bupati dan wali kota, memang sesuai dengan kondisi nyata masyarakat kita. Di sinilah perumahan subsidi menjadi sangat diperlukan," ucapnya.

Qodari juga menyebut disiplin fiskal memang penting, tetapi terlalu lama menginjak "rem" justru membuat ekonomi stagnan.

"Mobilnya tidak bergerak. Karena itu, sekarang pendekatan baru yang dilakukan adalah menginjak gas. Pasar ekonomi harus diguyur dengan uang," kata dia.

Adapun, acara "Penguatan Ekosistem Perumahan" tersebut turut dihadiri oleh Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta para pelaku industri perumahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Pramusim: Liverpool Ta...
Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...

Ratusan korban selamat KMP Mutiara Santosa II Tiba di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Ekonomi
Jelang HUT RI, Pedagang Ben...

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.