Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Lebak Meminta Warga Tidak Membuang Sampah ke Aliran Sungai 

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 16:55 WIB | Oleh:
Pemkab Lebak Meminta Warga Tidak Membuang Sampah ke Aliran Sungai  Doc: Antara
Ket. Pelaksana Tugas Kalaksa BPBD Gumas Atis (kiri kedua) saat menyalurkan bantuan kepada Oscar Rama di Kecamatan Rungan.

Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten meminta masyarakat tidak membuang sampah ke aliran sungai untuk mencegah pencemaran lingkungan dan mengantisipasi banjir.

"Kita berharap masyarakat dapat menjaga kelestarian aliran sungai," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak Iwan Sutikno di Lebak, Jumat.

Pemerintah Kabupaten Lebak telah mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di bantaran aliran sungai agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah secara sembarangan.

Ia menjelaskan pembuangan sampah ke aliran sungai dapat menimbulkan banjir dan pencemaran lingkungan karena bisa menimbulkan berbagai penyakit.

Pemerintah daerah telah memasang papan peringatan imbauan di sekitar aliran sungai agar warga tidak membuang sampah ke sungai.

Ia mengatakan aliran sungai besar di Kabupaten Lebak cukup banyak, di antaranya Sungai Ciujung, Ciberang, Ciliman , Cihara, Cilangkahan, Cisimeut, Cisiih, Cidurian, dan Cimadur.

Oleh karena itu, ujarnya, masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan aliran sungai, terlebih sungai itu digunakan warga untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Selain itu, terdapat habitat ekosistem di sungai tersebut.

Selama ini, ujar dia, masih ada masyarakat yang kurang sadar dengan membuang sampah ke aliran sungai, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, terlebih musim hujan dan bisa menjadi penyebab berbagai penyakit menular.

"Kami minta masyarakat ataupun perusahaan dapat menjaga pelestarian sungai dan tidak membuang sampah maupun limbah," katanya.

Ia mengatakan masyarakat dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk pelestarian lingkungan sekitar aliran sungai.

"Bila aliran sungai itu dipadati sampah dan limbah maka kondisi air tidak layak digunakan masyarakat juga merusak habitat ekosistem," katanya.

Sejumlah warga Kabupaten Lebak menyatakan prihatin melihat kondisi air Sungai Ciujung dan Ciberang, karena kerapkali dijadikan tempat pembuangan sampah dan limbah dari perusahaan.

Selain itu, banyak pengendara mobil dan sepeda motor membuang sampah pada malam hari ke sungai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.