Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepentingan Global Memaksa Dua Ekonomi Terbesar Dunia Bekerja Sama

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kepentingan Global Memaksa Dua Ekonomi Terbesar Dunia Bekerja Sama Doc: US Treasury Department/AFP
Ket. Tim perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

MADRID - Tim perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mengadakan putaran baru perundingan di Madrid, Spanyol, pada Minggu hingga (14-15/9) setelah serangkaian diskusi sebelumnya digelar di Swiss, Inggris, dan Swedia.

Dibandingkan dengan putaran sebelumnya, agenda perundingan kali ini jauh lebih konkret dan mendalam, menandakan bahwa dialog tersebut telah memasuki tahap yang lebih menantang.

Perwakilan perdagangan internasional Tiongkok sekaligus wakil menteri perdagangan Tiongkok, Li Chenggang mengatakan kedua pihak menggelar diskusi terbuka perihal TikTok dan isu-isu terkait, serta mencapai konsensus kerangka kerja dasar untuk menyelesaikan isu tersebut melalui kerja sama, mengurangi hambatan investasi, serta meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan.

Perundingan berlangsung di Palacio de Santa Cruz, gedung bersejarah yang menjadi kantor Kementerian Luar Negeri Spanyol, pada Minggu sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Konsultasi teknis berlangsung hingga larut malam, dan dilanjutkan pada Senin pagi, kemudian berlanjut lagi hingga sore hari.

Pencantuman TikTok menjadi perhatian khusus. Sejak memasuki pasar AS, platform itu telah membangun basis pengguna yang besar, memperoleh popularitas di kalangan warga AS sekaligus berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan konsumsi.

Namun, TikTok menghadapi tekanan politik yang berkelanjutan, mulai dari ancaman Donald Trump untuk memaksa penjualan platform itu selama masa jabatan presiden pertamanya, hingga dorongan pemerintahan Biden dengan kebijakan "jual atau larang" dan perpanjangan masa tenggang larangan dengan tuntutan kepemilikan baru yang lebih besar.

TikTok telah menjadi simbol politisasi, instrumentalisasi, dan sekuritisasi isu perdagangan di AS.

Li kembali menegaskan bahwa Tiongkok menentang politisasi, instrumentalisasi, dan mempersenjatai isu teknologi dan perdagangan, serta tidak akan mencapai kesepakatan dengan mengorbankan prinsip-prinsip, kepentingan korporasi, atau keadilan dan kejujuran internasional.

“Tiongkok secara tegas akan melindungi kepentingan nasional, hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan Tiongkok, serta melaksanakan persetujuan ekspor teknologi sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku,” kata Li.

Pesan Menggembirakan

Direktur Pusat Penelitian Tiongkok di IE University, Spanyol Felix Baldivieso menyebutkan bahwa perundingan tersebut membawa pesan yang menggembirakan.

“Dua perekonomian terbesar di dunia mampu bekerja sama ketika kepentingan global mengharuskannya,” katanya seperti dikutip Antara dari Xinhua.

“Merupakan hal yang baik apabila terdapat saluran dialog terbuka,” kata Wakil Ketua Belt and Road Institute di Swedia Hussein Askary, seraya menjelaskan bahwa kepercayaan bersama sudah mulai meningkat setelah beberapa putaran negosiasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.