NASA: AS Harus Kalahkan Tiongkok dalam Perlombaan ke Bulan
📅 Selasa, 16 Sep 2025, 13:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: scientificamerican.com
WASHINGTON - Amerika Serikat menganggap Tiongkok sebagai "saingan tangguh" di luar angkasa, yang akan dihadapi untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dingin, ujar Penjabat Administrator Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Sean Duffy, Senin (15/9).
"Taruhannya sangat tinggi. Untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin, AS menghadapi saingan tangguh di luar angkasa. Tiongkok sedang memajukan rencana pembangunan pangkalan di Bulan," tulis Duffy dalam sebuah artikel untuk Fox News.
Ia menekankan bahwa AS tidak boleh ragu dan tidak boleh membiarkan Beijing "merebut" keunggulan militer di luar angkasa, sebuah perkembangan yang akan memicu "implikasi luas bagi keamanan dan kepemimpinan global."
"Amerika tidak boleh membiarkan hal itu terjadi," tegas kepala antariksa yang ditunjuk oleh Donald Trump tersebut.
Duffy menyoroti pentingnya mengubah arah NASA, seraya menekankan perlunya fokus pada eksplorasi dan meninjau ulang misi-misi yang anggarannya membengkak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mengatakan bahwa badan tersebut harus fokus pada sektor luar angkasa komersial yang sedang berkembang.
"NASA harus lebih ramping, lebih cerdas, dan lebih berfokus pada misi. Birokrasi yang membengkak, inefisiensi dalam pengadaan kontrak, dan budaya kehati-hatian yang berlebihan telah secara konsisten menghambat misi-misi NASA," kata Duffy.
Ia juga memperingatkan bahwa beberapa proyek, termasuk Sistem Peluncuran Luar Angkasa dan Pengambilan Sampel Mars, telah menghabiskan sumber daya yang sangat besar dengan penundaan yang berulang kali terjadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Duffy menekankan bahwa waktu untuk melakukan kajian dan studi ulang telah berakhir.
"Jika kita ingin mengalahkan Tiongkok menuju Bulan, kita harus bergerak melampaui birokrasi yang hanya mencentang kotak kosong. Amerika tidak lagi punya kemewahan untuk membuang-buang waktu. Jika teknologinya sudah siap, maka luncurkan saja," tuturnya.
Pekan lalu, Duffy mengemukakan bahwa Amerika Serikat adalah yang terdepan di bidang luar angkasa dan akan melakukan segalanya untuk menyelesaikan program Pengembalian Sampel Mars lebih cepat daripada negara lain mana pun, termasuk Tiongkok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!