Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NASA: AS Harus Kalahkan Tiongkok dalam Perlombaan ke Bulan

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 13:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
NASA: AS Harus Kalahkan Tiongkok dalam Perlombaan ke Bulan Doc: scientificamerican.com
Ket. Pada hari Senin, 28 November 2022, wahana antariksa Orion milik NASA mencapai jarak maksimumnya dari Bumi selama misi Artemis I—268.563 mil dari Bumi, lebih jauh daripada wahana antariksa mana pun yang dirancang untuk mengirim manusia ke luar angkasa dan kembali sebelumnya. Dalam gambar ini, Orion menangkap pemandangan unik Bumi dan Bulan

WASHINGTON - Amerika Serikat menganggap Tiongkok sebagai "saingan tangguh" di luar angkasa, yang akan dihadapi untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dingin, ujar Penjabat Administrator Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Sean Duffy, Senin (15/9).

"Taruhannya sangat tinggi. Untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin, AS menghadapi saingan tangguh di luar angkasa. Tiongkok sedang memajukan rencana pembangunan pangkalan di Bulan," tulis Duffy dalam sebuah artikel untuk Fox News.

Ia menekankan bahwa AS tidak boleh ragu dan tidak boleh membiarkan Beijing "merebut" keunggulan militer di luar angkasa, sebuah perkembangan yang akan memicu "implikasi luas bagi keamanan dan kepemimpinan global."

"Amerika tidak boleh membiarkan hal itu terjadi," tegas kepala antariksa yang ditunjuk oleh Donald Trump tersebut.

Duffy menyoroti pentingnya mengubah arah NASA, seraya menekankan perlunya fokus pada eksplorasi dan meninjau ulang misi-misi yang anggarannya membengkak.

Ia juga mengatakan bahwa badan tersebut harus fokus pada sektor luar angkasa komersial yang sedang berkembang.

"NASA harus lebih ramping, lebih cerdas, dan lebih berfokus pada misi. Birokrasi yang membengkak, inefisiensi dalam pengadaan kontrak, dan budaya kehati-hatian yang berlebihan telah secara konsisten menghambat misi-misi NASA," kata Duffy.

Ia juga memperingatkan bahwa beberapa proyek, termasuk Sistem Peluncuran Luar Angkasa dan Pengambilan Sampel Mars, telah menghabiskan sumber daya yang sangat besar dengan penundaan yang berulang kali terjadi.​​​​​​​

Duffy menekankan bahwa waktu untuk melakukan kajian dan studi ulang telah berakhir.

"Jika kita ingin mengalahkan Tiongkok menuju Bulan, kita harus bergerak melampaui birokrasi yang hanya mencentang kotak kosong. Amerika tidak lagi punya kemewahan untuk membuang-buang waktu. Jika teknologinya sudah siap, maka luncurkan saja," tuturnya.

Pekan lalu, Duffy mengemukakan bahwa Amerika Serikat adalah yang terdepan di bidang luar angkasa dan akan melakukan segalanya untuk menyelesaikan program Pengembalian Sampel Mars lebih cepat daripada negara lain mana pun, termasuk Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.