Kemenkominfo: Sekolah Rakyat Akan Didukung Internet Cepat dan Fasilitas Wi-Fi
📅 Senin, 15 Sep 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi Digital Denny Setiawan mengatakan pemerintah akan menyiapkan koneksi internet yang cepat dan fasilitas Wi-Fi untuk menunjang infrastruktur Sekolah Rakyat.
“Kalau dari kami sih, bekerja sama dengan operator menyediakan internet cepat, Wi-Fi cepat lah gitu,” kata Denny kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Denny mengatakan, pemerintah dalam hal ini Komdigi siap memberikan fasilitas penunjang untuk keberlangsungan belajar dan mengajar di Sekolah Rakyat, melalui pengadaan internet fixed broadband di lokasi Sekolah Rakyat sesuai dengan koordinasi Kementerian Sosial.
Ia juga mengatakan Komdigi akan memberikan dukungan dari sisi teknis, bekerja sama dengan operator selular menjangkau seluruh daerah yang terdapat Sekolah Rakyat, tidak hanya kota besar namun keberlangsungan di daerah yang kurang akses internet.
“Kota-kota besar masih lumayan aman lah ya. Tinggal ya mungkin yang perlu didiskusikan bareng-bareng, ini bagaimana keberlangsungan dan keterlanjutannya. Tapi kan butuh ada anggaran, penyiapan, tata kelola ya bersama-sama dengan Kementerian Sosial,” kata Denny.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengenai berapa kecepatan internet yang akan disediakan Komdigi, Denny mengatakan hal itu masih perlu proses perumusan dengan Kementerian Sosial mengenai kualitas dan sistem penganggarannya.
Ia juga mengatakan Komdigi akan terus mendorong kerja sama dengan operator untuk kesiapan melayani infrastruktur di sekolah yang telah menjadi target pemerintah dalam pembangunan Sekolah Rakyat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui pembangunan 500 Sekolah Rakyat di kantong-kantong masyarakat termiskin di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden menyebut saat ini sudah ada 100 Sekolah Rakyat yang beroperasi, dan jumlah tersebut akan bertambah menjadi 165 pada akhir September 2025 dengan kapasitas 15.895 siswa, serta melibatkan 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik. Sekolah-sekolah ini difokuskan untuk daerah kantong masyarakat termiskin, terutama pada kelompok ekonomi terbawah atau desil 1 dan 2.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!