Proposal Bisnis Jadi Ujian Serius bagi Kopdes Merah Putih untuk Buktikan Kapasitas

Minggu, 14 Sep 2025, 19:55 WIB

SURABAYA – Proposal bisnis yang matang dan realistis menjadi fondasi penting bagi Koperasi Desa Merah Putih untuk berkembang secara berkelanjutan.

Tanpa perencanaan yang terukur, koperasi berisiko salah arah dalam pengelolaan usaha maupun pengalokasian modal.

Ket. Foto: Ilustrasi-Kopdes Merah Putih Bentangan Klaten, Jawa Tengah. — Sumber: Antara.

Proposal yang kuat bukan hanya mencerminkan visi usaha, tetapi juga menjadi alat strategis untuk meyakinkan investor, lembaga keuangan, maupun pemerintah dalam memberikan dukungan.

Lebih jauh, proposal yang realistis membantu koperasi mengantisipasi risiko, menetapkan target sesuai kapasitas, serta memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh anggota dan masyarakat desa.

Dengan demikian, proposal bisnis yang terstruktur baik merupakan kunci agar koperasi desa tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meminta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menyusun proposal bisnis yang matang dan realistis yakni dengan pemetaan potensi desa, analisis pasar, proyeksi keuangan, dan strategi pemasaran yang jelas.

Ferry di Surabaya, Minggu (14/9), mengatakan langkah tersebut perlu segera dilakukan lantaran KDMP akan mulai masuk ke fase operasional pada Oktober mendatang.

“Sejak dibentuk pada 21 Juli oleh Presiden Prabowo, kan ada tenggang waktu 3 bulan, sebenarnya Oktober mulai kita operasional. Tapi kita September ini sudah mulai (fase operasional),” katanya.

Ferry mengatakan proposal tersebut sangat penting agar KDMP memiliki arah yang jelas dan daya tawar kuat saat mengajukan pembiayaan ke lembaga perbankan atau mitra strategis.

Terlebih, KDMP berfungsi sebagai wadah penjualan dan penampungan hasil produk masyarakat desa sekaligus menjadi perpanjangan tangan program unggulan Pemerintah.

Ia mengatakan Menteri Keuangan (Menkeu) sebelumnya telah mengalokasikan Sisa Anggaran Lebih (SAL) sekitar Rp16 triliun untuk mengoperasionalkan 10.000 sampai 15.000 KDMP di seluruh Indonesia.

“Alokasi tersebut dipastikan akan bertambah untuk mendukung pengembangan Kopdes Merah Putih secara lebih luas,” ujar dia.

Saat ini, pengurus dan pengawas koperasi desa telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih untuk memasukkan data dan memudahkan proses pengawasan serta mitigasi risiko.

Ferry mengatakan pemerintah juga sedang menunggu peraturan terkait pengelolaan tambang dan mineral oleh KDMP yang akan segera diterbitkan.

  • kopdes merah putih

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.