Wagub DKI Jakarta Buka Canisius Expo 2025
📅 Sabtu, 13 Sep 2025, 17:10 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Mochamad Tresna Suheryanto
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pada Sabtu (13/9) rmembuka Canisius Expo 2025 di Kolese Kanisius, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat.
Wagub Rano yang akrab disapa Bang Doel mengaku bangga dengan pertunjukan budaya Betawi yang ditampilkan para pelajar. Menurut dia, penampilan tersebut mencerminkan bagaimana rasa nasionalisme bisa ditumbuhkan melalui kebudayaan.
“Saya jujur bahagia semua dunia pendidikan di Jakarta terpanggil mengangkat budaya dalam dunia pendidikan itu sendiri,” ujar dia
Wagub Rano menegaskan, budaya adalah fondasi atau akar dalam membangun bangsa. Ia pun mengapresiasi penampilan siswa yang kerap menampilkan keberagaman Indonesia lewat tarian hingga busana khas dari berbagai daerah.
“Pendidikan itu perlu tapi kalau jiwa kita kosong terhadap bangsa itu agak bahaya. Nah artinya saya bangga melihat anak-anak tampil dengan gaya Madura, gaya Betawi, gaya Papua, gaya Jawa, gaya Maluku. Itu luar biasa,” imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wagub Rano mengenang masa sekolahnya yang tak jauh dari Kolese Kanisius. Ia menyebut bahwa sekolah ini sebagai salah satu yang paling favorit di Jakarta.
Lebih lanjut, Wagub Rano juga mengapresiasi konsistensi sekolah dalam menanamkan nilai kebudayaan kepada murid-muridnya.
“Saya tidak terpikirkan sekolah ini masih terus menghadirkan kebudayaan di murid-muridnya. Mudah-mudahan bisa diikuti sekolah lain, karena inilah fondasi dari kekuatan bangsa kita,” tutur dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Direktur Kolese Kanisius, Thomas Gunawan Wibowo, menuturkan bahwa Canisius Expo 2025 merupakan kegiatan edukasi yang digelar melalui pendekatan kebudayaan.
“Upaya kita membangun kedalaman akademik dan spiritual anak-anak yang kelak berperan besar bagi Indonesia tidak pernah terlepas dari budaya. Pendidikan budaya pada dasarnya juga adalah pendidikan hati,” tutur dia.
Thomas menambahkan, tahun ini Canisius Expo mengangkat tema kebudayaan Betawi sebagai langkah untuk mengajarkan siswa mengenal akar budaya di lingkungan tempat mereka menimba ilmu.
“Selain untuk mengenal budaya daerah di mana mereka dididik dan berkembang, mereka juga menyadari bahwa budaya adalah akar. Dan akar akan menentukan apa yang akan terjadi di masa depan,” pungkas dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!