Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Galakkan Lagi Siskamling

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 03:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Galakkan Lagi Siskamling Doc: Antara
Ket. Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo (kanan) hadiri rapat dengn jajaran Pemerintah Provinsi Jambi, Forkopimda, serta perwakilan masyarakat Jambi.

JAMBI - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melibatkan partisipasi masyarakat perkuat sistem keamanan lingkungan (siskamling) menjaga ketertiban ketentraman pasca aksi unjuk ­rasa.

“Untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat biar tidak terulang kondisi yang sempat kita rasakan pada akhir Agustus dan awal September, kita perkuat basis partisipasi masyarakat kita buat sistem keamanan lingkungan,” kata Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo di Jambi, Kamis (11/9).

Menurut Yusharto, siskamling merupakan kegiatan sosial yang memiliki peran positif di tengah masyarakat sehingga Kemendagri mendorong agar program tersebut kembali digalakkan.

Ia menegaskan pemerintah akan memperhatikan tuntutan 17+8 yang disampaikan oleh publik kepada penyelenggara negara. Tuntutan tersebut ada yang bersifat jangka pendek (17 tuntutan) dan delapan tuntutan jangka panjang.

“Pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan. Semua permasalahan yang disuarakan masyarakat di daerah akan dihimpun (agregasi), hasilnya akan disatukan menjadi keputusan secara nasional,” katanya.

Dengan demikian, katanya, hasil keputusan tersebut bisa di laksanakan seirama, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kebijakan, antara pemerintah pusat dan daerah. Sehingga masyarakat bisa semakin jelas dalam memahami kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah pusat.

Hal itu, menurut Yusharto, sangat penting untuk menjaga ketentraman di tengah-tengah masyarakat.

Dari tuntutan tersebut, daerah bisa membuat gerakan positif pro-rakyat untuk mengantisipasi tuntutan agar kedepannya situasi yang sama tidak terulang di daerah.

Selain itu, Yusharto menekankan pemerintah memperkuat program yang memiliki manfaat dan menyentuh langsung masyarakat, seperti bantuan sosial dan gerakan pangan yang melibatkan unsur-unsur dari pemerintah, swasta dan badan usaha milik daerah (BUMD).

“Contohnya bantuan sosial masyarakat, pemerintah mengeluarkan beras dari Bulog. Melibatkan pemerintah, swasta, BUMD, menyalurkan bantuan dengan menambah margin agar sesuai HET.  Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.