Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendukbangga Ajak Pemda Jayawijaya Percepat Penanganan Stunting dan Pembangunan Keluarga

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendukbangga Ajak Pemda Jayawijaya Percepat Penanganan Stunting dan Pembangunan Keluarga Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Papua Charles Brabar saat memberikan bantuan bahan pokok kepada penerima manfaat di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN RI sosialisasi dan mendorong peran pemerintah daerah dalam lima program prioritas di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mulai dari penanganan stunting hingga membangun keluarga berkualitas.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua Charles Brabar dalam keterangan tertulis di Wamena, Jumat, mengatakan pihaknya melakukan kegiatan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, untuk menjelaskan mengenai perubahan yang terjadi di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN).

"Dulu namanya BKKBN, saat ini telah berubah menjadi Kemendukbangga sehingga masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Papua Pegunungan pun harus mengetahuinya supaya bersama-sama mensukseskan lima program prioritas," katanya.

Adapun wilayah kerja Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua meliputi Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan.

Menurut dia, lima program prioritas tersebut yakni Gerakan Orang Rua Asuh Cegah stuntng (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya (Sidaya), SuperApps tentang keluarga.

"Saat ini kami fokus mengenai masalah stunting, kemiskinan ekstrem serta masalah inflasi, dimana program tersebut harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Harus beririsan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya atau delapan kabupaten lain di Papua Pegunungan, sehingga sasaran yang ingin dicapai terwujud," ujarnya.

Dia menjelaskan program prioritas dari Kemendukbangga/BKKBN harus dapat dikoneksikan dengan program pemerintah daerah dalam hal ini visi misi kepala daerah.

"Kami tekankan kepada pimpinan organisasi perangkat daerah OPD di Kabupaten Jayawijaya maupun delapan kabupaten lain, supaya program kementerian dalam dikolaborasikan dengan program daerah sehingga sasaran yang ingin dicapai terwujud," katanya.

Pihaknya akan memantapkan kolaborasi program Kemendukbangga/BKKBN dengan program pemerintah daerah melalui pertemuan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayawijaya.

"Kami akan berdiskusi dengan Bappeda untuk melihat peta jalan kependudukan, sehingga apa yang disampaikan saat ini kepada OPD terkait semua terkolaborasi dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati Jayawijaya".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.