Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perjalanan Anggar Indonesia di Ajang Olimpiade, Kemana Jejaknya Sekarang?

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 17:56 WIB | Oleh:

Tiga perunggu dari nomor eppe junior putri lewat penampilan Nazwa Salwa, nomor team women's epee junior (Nazwa Salwa, Alzenna Laiqa, Fadilah Aprilia, Shahira Aqeela), dan team men's foil junior (Clifford Junior, Zaydan Kariim, Diven Dwi AP, Andi Akbar). Prestasi para fencer muda itu menunjukkan anggar Indonesia sedang berada di jalur yang tepat dalam perjalanan menuju panggung Olimpiade.

Momentum kebangkitan

Pada Juni lalu, anggar Indonesia mendapatkan sebuah kepercayaan besar dari Konfederasi Anggar Asia (FCA) untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Asia 2025.

Lebih dari 700 atlet dari 30 negara di Asia hadir berkompetisi di Bali sekaligus menjajal keindahan pariwisata Pulau Dewata yang sudah mendunia.

PB Ikasi yang menjadi "tuan pesta" menyadari bahwa persaingan di level Asia masih cukup berat untuk ditaklukkan dengan kekuatan anggar Indonesia sekarang.

Meskipun lebih dari 20 fencer Indonesia diturunkan dalam ajang itu namun mereka tidak diberikan target untuk meraih medali.

Benar saja, ketatnya persaingan membuat tim anggar Indonesia kesulitan melangkah lebih jauh. Gelar juara umum menjadi milik Jepang dengan perolehan tujuh emas, dua perak, tiga perunggu, disusul Tiongkok dengan dua emas, lima perak, dan empat perunggu, serta Korea Selatan dengan dua emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Ketua Umum Pengurus Besar Amir Yanto memandang hasil penampilan tim Indonesia tanpa medali dalam kejuaraan itu sebagai sebuah kondisi yang realistis.

Dari awal, para atlet memang tidak ditargetkan medali apa pun, tetapi hanya menyuguhkan kemampuan terbaik, mendapatkan pengalaman dan pelajaran sebanyak mungkin.

Bagi Amir, Kejuaraan Asia merupakan momentum yang sangat strategis bagi kebangkitan anggar Indonesia karena banyak atlet bisa merasakan atmosfer persaingan di level Asia.

Banyak fencer Indonesia akhirnya bisa mengukur sejauh mana kemampuan mereka ketika berada di panggung yang lebih besar dari pada Asia Tenggara.

PB Ikasi berupaya terus menambah jam terbang para fencer agar terus mengevaluasi serta mengasa kemampuan mereka menuju prestasi di level dunia.

Peta jalan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Kalah Telak di Piala AFF: T...
Olahraga
Daftar 18 Pemain Voli Putra...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.