Danantara Jadi Senjata Baru Pemerintah Dongkrak KEK Manufaktur
📅 Selasa, 09 Sep 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA – Memprioritaskan pembiayaan infrastruktur dan utilitas dasar untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) manufaktur menjadi kunci dalam mendorong daya saing industri nasional.
Tanpa dukungan pembiayaan yang memadai, KEK berisiko hanya menjadi kawasan dengan status administratif tanpa mampu menarik investasi berkualitas.
Infrastruktur transportasi, energi, air, dan konektivitas digital harus tersedia sejak awal agar investor memiliki kepastian dan efisiensi biaya produksi.
Selain itu, pembiayaan yang tepat sasaran dapat mempercepat integrasi KEK dengan rantai pasok global, memperkuat substitusi impor, dan membuka lapangan kerja baru.
Dengan adanya fasilitas fiskal dan insentif investasi, KEK manufaktur berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus pengungkit ekspor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta perlu difokuskan pada pembiayaan berkelanjutan, sehingga KEK benar-benar berfungsi sebagai pusat produksi strategis yang mendukung transformasi ekonomi nasional.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rizal Edwin Manansang menyampaikan rencana pembiayaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk KEK akan diprioritaskan guna mendukung pengembangan KEK di sektor manufaktur.
Dia juga menegaskan bahwa KEK Sanur di Bali tidak masuk dalam prioritas pembiayaan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“KEK Sanur kayaknya belum ada (rencana pembiayaan) Danantara. KEK Sanur itu kan (sektor) kesehatan dan sudah diresmikan oleh Pak Presiden. Jadi kita arahkan nanti untuk (pembiayaan) Danantara itu yang KEK-KEK yang manufacturing,” kata Rizal dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (9/9).
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Danantara turut membantu pengembangan KEK di luar sektor manufaktur. Menurut Rizal, sejumlah KEK saat ini memang membutuhkan tambahan pendanaan, terutama di wilayah timur Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
"Ada beberapa KEK yang khususnya di industri wilayah timur yang agak sedikit kurang bisa berkembang karena memang infrastrukturnya terbatas, dan juga butuh pendanaan. Nah itu akan didorong Danantara untuk membantu," ujarnya.
Selain di wilayah timur, Rizal menyebut potensi besar juga ada pada KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara serta KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kalimantan Timur yang berfokus pada hilirisasi minyak kelapa sawit (CPO).
"Itu juga boleh didorong karena itu potensinya besar. Kan dia merupakan salah satu hilirisasi untuk CPO," katanya pula.
Ia menambahkan, KEK dengan basis industri turunan seperti sabun maupun produk berbahan baku CPO, juga berpeluang besar berkembang dengan dukungan pembiayaan Danantara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!