SISSCa 2025: Arena Kreativitas Kemenpar Dongkrak Daya Saing Wisata Indonesia
📅 Minggu, 07 Sep 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
KOTA SAWAHLUNTO – Inovasi dan kreativitas menjadi kunci strategis dalam menguatkan sektor pariwisata tanah air yang semakin kompetitif di kancah global.
Pariwisata tidak lagi hanya menjual keindahan alam atau kekayaan budaya, tetapi juga pengalaman yang unik, berkesan, dan sesuai dengan tren pasar.
Melalui inovasi, destinasi wisata dapat menghadirkan konsep baru—mulai dari pemanfaatan teknologi digital, ekowisata berkelanjutan, hingga wisata berbasis komunitas—yang memberikan nilai tambah sekaligus membedakan diri dari negara pesaing.
Sementara itu, kreativitas memungkinkan pelaku pariwisata untuk mengemas potensi lokal secara menarik, seperti festival budaya, kuliner khas, hingga seni pertunjukan yang dikolaborasikan dengan sentuhan modern.
Penerapan inovasi dan kreativitas juga memperkuat daya saing ekonomi kreatif lokal, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, transformasi sektor pariwisata tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat di berbagai daerah.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI Erwita Dianti menilai ajang Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2025 menjadi ruang untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam menguatkan sektor pariwisata di tanah air.
"Kemenpar sangat mendukung 'event' ini sebagai bagian dari program strategis penguatan 'event' agar pariwisata Indonesia berkembang menjadi destinasi pariwisata di dunia," kata Erwita Dianti di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Minggu (7/9).
Selain itu, Erwita mengatakan SISSCa pada hakikatnya juga merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di Kota Sawahlunto dan sekitarnya dari sektor pariwisata.
Menurut dia, upaya dalam memperkuat sektor pariwisata secara langsung maupun tidak akan memberikan dampak positif pula terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
"Karena salah satu strategi yang efektif untuk mendapatkan wisatawan adalah melalui penyelenggaraan 'event' yang berkualitas," ujar dia.
Apalagi dengan potensi yang dimiliki Kota Sawahlunto yakni songket silungkang, salah satu warisan Nusantara dengan motif yang indah dan penuh makna.
"Songket silungkang telah menjadi perpaduan antara estetika filosofi dan identitas budaya Minang itu sendiri," tambah dia.
Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan penyelenggaraan SISSCa 2025 yang berlangsung 5-7 September 2025 merupakan yang Ke-11.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!