Membidik Kembali Prestasi Lari Indonesia di Panggung Asia
📅 Minggu, 07 Sep 2025, 17:53 WIB | Oleh: OpikAtletik Indonesia telah berulang kali mencatatkan prestasi di level regional dalam ajang SEA Games.
Dalam perhelatan terbaru multi cabang olahraga terbesar se-Asia Tenggara di Kamboja pada 2023, atletik Indonesia mencatat lonjakan prestasi dengan memborong 19 medali (tujuh emas, tiga perak, sembilan perunggu) untuk kontingen Merah Putih.
Cabang lari mendominasi perolehan emas yang diraih Rikki Simbolon dalam nomor lari 10.000 meter, Tim Estafet 4x100 meter Indonesia (Lalu Muhammad Zohri, Wahyu Setiawan, Bayu Kertanegara, dan Sudirman Hadi), serta Agus Prayogo dan Odekta Naibaho yang mengawinkan emas maraton putra dan putri.
Sementara tiga emas lainnya dipersembahkan Abdul Hafiz dalam nomor lempar lembing, Maria Natalia Londa dalam nomor lompat jauh, dan Hendro Yap dalam nomor jalan cepat 20 kilo meter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sederet prestasi itu meyakinkan PB PASI bahwa sudah saatnya atletik Indonesia unjuk gigi di level yang lebih tinggi, di kancah Asia.
Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaditan tanpa ragu-ragu menegaskan bahwa atletik Indonesia tidak lagi menjadikan SEA Games sebagai acuan prestasi.
SEA Games hanya menjadi batu loncatan menuju panggung yang lebih bergengsi yaitu Asian Games.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Asian Games-lah tolok ukur (prestasi) kita, bukan SEA Games lagi," kata Luhut.
PB PASI menyadari bahwa tidak semua nomor atletik bisa menjadi unggulan untuk berprestasi di Asian Games. Oleh sebab itu, nomor-nomor yang berpotensi lebih besar meraih prestasi yang menjadi fokus persiapan, mengingat Asian Games berikutnya tinggal setahun lagi.
Atletik Indonesia tak ingin sasaran berprestasi di Asian Games hanya berakhir pahit seperti peribahasa "Maksud hati memeluk gunung apalah daya tangan tak sampai".
Langkah-Langkah strategis menuju ke sana sudah dipersiapkan. Selain fokus persiapan pada nomor-nomor atletik yang berpotensi menyumbang medali, pembangunan fasilitas pembinaan atlet juga berjalan.
Saat ini, dua fasilitas yang menjadi embrio prestasi atletik telah beroperasi yaitu Pusat Pelatihan Atletik Pangalengan (PPAP) di Jawa Barat dan Stadion Atletik Mimika di Papua. PB PASI menambah lagi fasilitas serupa namun lebih modern yang sedang dibangun di wilayah Sumatera Utara dengan target selesai pada 2026.
Tak hanya fasilitas utama, pembinaan atlet juga diarahkan melalui penerapan program sport science. Dengan begitu, perkembangan kemampuan dapat dipantau setiap waktu dan dapat diukur dengan angka-angka yang bisa dipertanggungjawabkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!