Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Cabut Status Darurat Global Penyakit Mpox

📅 Sabtu, 06 Sep 2025, 09:25 WIB | Oleh:

Kegagalan berinvestasi dalam memerangi mpox "akan menempatkan dunia pada risiko kebangkitan kembali", katanya. Ia menyerukan kewaspadaan berkelanjutan.

WHO mengatakan lebih dari tiga juta dosis vaksin telah dikirim ke 12 negara, dengan kurang dari satu juta dosis yang diberikan.

Mpox memiliki dua subtipe: klade 1 yang lebih parah, dan klade 2.

Virus yang telah lama menjadi endemik di Afrika Tengah ini menjadi perhatian internasional pada Mei 2022 ketika klade 2 menyebar ke seluruh dunia, sebagian besar menyerang pria gay dan biseksual.

WHO mengumumkan keadaan darurat kesehatan global pada Juli 2022, tetapi berkat vaksinasi dan upaya peningkatan kesadaran yang membantu membendung penyebarannya, deklarasi tersebut dicabut pada Mei 2023.

Namun, setahun kemudian, epidemi baru merebak, dengan strain klade 1a asli dan strain baru, klade 1b, yang menyebabkan WHO mengumumkan PHEIC baru.

PHEIC hanya diumumkan delapan kali sejak 2009: terhadap flu babi H1N1, virus polio, virus Zika, Covid-19, dan dua kali terhadap Ebola dan mpox.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.