Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karst Sangkulirang-Mangkalihat Adalah Aset Nasional

📅 Sabtu, 06 Sep 2025, 23:58 WIB | Oleh:
Karst Sangkulirang-Mangkalihat Adalah Aset Nasional Doc: Antara
Ket. Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud (kedua kanan) menandatangani Deklarasi Geopark Karst Sangkulirang-Mangkalihat, di Kampung Merabu, Kabupaten Berau, Sabtu (6/9/2025)

Berau, Kaltim - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menyatakan kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang membentang dari Kabupaten Kutai Timur hingga Kabupaten Berau merupakan aset nasional, sehingga keberadaannya harus dilindungi untuk mendukung habitat di dalamnya sekaligus mendukung ekonomi berkelanjutan.

"Karst ini bukan hanya kebanggaan Kutai Timur dan Berau, bukan hanya kebanggaan Provinsi Kaltim, tapi juga kebanggaan Indonesia," ujar Rudy ditemui setelah menandatangani Deklarasi Geopark Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kampung Merabu, Kabupaten Berau, Sabtu malam.

Dia mengatakan penandatanganan ini merupakan dukungan penuh sekaligus upaya percepatan agar usulan kawasan karst tersebut bisa segera ditetapkan menjadi kawasan geopark, baik Taman Bumi Nasional maupun UNESCO Global Geopark.

"Sekarang masih terus berproses, bahkan proses ini terus didukung secara teknis oleh tim baik pemda maupun Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang fokus pada bidang konservasi, selaku inisiator. Kami ingin secepatnya kawasan ini secepatnya menjadi geopark," kata gubernur.

Pemprov Kaltim mulai proses pengusulan taman bumi (geopark) Karst Sangkulirang-Mangkalihat ini sejak 2019, diawali dari inventarisasi keragaman geologi yang menjadi dasar penetapan kawasan bentang alam Karst Sangkulirang-Mangkalihat.

Untuk mendukung usulan ini, maka serangkaian kegiatan terus berlangsung setiap tahunnya, sehingga pada 2024 kemudian terbit Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Warisan Geologi.

Di antara keputusan menteri ini adalah menetapkan sebanyak 26 situs warisan geologi (geosite) yang terbagi di Kabupaten Berau sebanyak 15 situs dan di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 11 situs.

Sedangkan tahun ini diharapkan kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat masuk sebagai usulan taman bumi, taman bumi nasional, dan UNESCO Global Geopark.

Kehadiran Gubernur Kaltim ke Kampung Merabu ini selain untuk melakukan menandatangani deklarasi juga ingin memastikan geosite di Merabu karena kampung ini memiliki dua situs warisan geologi atau geosite yaitu Gua Beloyot dan Kerucut Karst Merabu (Puncak Ketepu).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.