Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tragedi Helikopter di Kalsel, Menhub Turut Berduka atas Meninggalnya 8 Awak Pesawat

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tragedi Helikopter di Kalsel, Menhub Turut Berduka atas Meninggalnya 8 Awak Pesawat Doc: Antara
Ket. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ditemui seusai rapat kerja bersama Komisi V DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (4/9).

Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka mendalam atas insiden jatuhnya helikopter BK117 D3 milik Estindo Air di kawasan hutan Desa Emil Baru, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dengan delapan korban jiwa.

Ungkapan belasungkawa itu disampaikan Dudy seusai menghadiri Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (4/9), sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap tragedi yang menimpa awak dan penumpang helikopter tersebut.

"Kita ikut prihatin dan berduka cita atas kecelakaan tersebut," kata Menhub singkat.

Meski demikian, Dudy tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait penyebab maupun kronologi jatuhnya helikopter tersebut, dan memilih segera meninggalkan Gedung DPR RI setelah menyampaikan pernyataan singkat tersebut.

Di sisi lain, Tim SAR berjuang sekitar 31 jam dalam proses evakuasi delapan jasad korban kecelakaan Helikopter BK117 D3 milik Estindo Air sejak ditemukan pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 Wita di kawasan hutan Desa Emil Baru.

“Alhamdulillah, seluruh jasad berhasil kita evakuasi meskipun beberapa jasad sudah tidak utuh lagi bagian tubuhnya,” kata Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo di Desa Emil Baru, Tanah Bumbu, Kamis malam.

Yudhi mengatakan kendala utama Tim SAR di lapangan adalah medan yang begitu sulit dan cuaca hujan yang menghambat proses evakuasi.

Pantauan di lapangan, delapan jasad ini sudah dimasukkan ke dalam kantong jenazah SAR, dan diangkut menggunakan lima ambulans yang dikawal oleh mobil patwal.

Sekitar pukul 21.55 Wita, Tim SAR terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap kedelapan jasad sebelum dimasukkan ke dalam mobil ambulans.

Pada pukul 22.30 Wita petugas mulai meninggalkan lokasi untuk menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalsel di Banjarmasin.

Tim SAR gabungan menemukan bangkai helikopter di titik 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, kawasan hutan sekitar Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalsel, Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 Wita, sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

On Scene Commander (OSC) mengerahkan seluruh SRU darat menuju lokasi penemuan untuk memperkuat proses evakuasi hingga berhasil mengevakuasi seluruh jasad pada malam hari ini sekitar pukul 21.50 Wita.

Yudhi menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan potensi SAR telah bekerja keras di lapangan dengan dukungan penuh dari masyarakat setempat.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Kementerian Perhubungan menyampaikan informasi terkini terkait hilangnya Helikopter tipe BK117-D3 (H 145 ) dengan registrasi PK-RGH milik PT. Eastindo Air, yang dilaporkan lost contact pada 1 September 2025 dalam penerbangan dari Bandar Udara Gusti Sjamsir Alam di Kotabaru menuju Bandar Udara Tjilik Riwut di Palangkaraya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.