Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sugar Group Companies Buka Kemitraan Tebu di Tubaba, Solusi di Tengah Anjloknya Harga Singkong

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 07:33 WIB | Oleh:
Sugar Group Companies Buka Kemitraan Tebu di Tubaba, Solusi di Tengah Anjloknya Harga Singkong Doc: Ist.
Ket. Tanam Tebu, Panen Duit! Sugar Group Ajak Petani Tubaba Alih Haluan

Tulangbawang Barat, Lampung — PT Sugar Group Companies (SGC) membuka peluang kemitraan jangka panjang dengan petani di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, (3/9). Inisiatif ini muncul sebagai jawaban atas keterpurukan harga singkong selama dua tahun terakhir yang sangat merugikan petani Tubaba.

Pada acara sosialisasi yang berlangsung di Kampus Politeknik Tunas Garuda, Panaraganjaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Vice President SGC, Purwanti Lee (Nyonya Lee), menjelaskan bahwa perusahaan siap mendampingi petani dalam usaha tanam tebu dari penyiapan lahan hingga panen. SGC juga menjamin pembelian hasil tebu sesuai standar, usia panen 11–13 bulan, segar (hijau), dan memenuhi kadar puriti minimum, sekaligus memberi jaminan pasar dan harga dasar Rp715 ribu per ton dengan rendemen 7 %.

Program kemitraan berlangsung selama 10 tahun atau hingga sepuluh kali giling, dengan opsi perpanjangan. Skema ini dirancang agar petani tetap memegang kendali di lahan mereka dari menanam hingga panen, sementara SGC menjamin membeli hasilnya jika sesuai standar.

Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, menyambut baik langkah ini, menyatakan bahawa kemitraan tebu merupakan solusi diversifikasi usaha tani yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ia berharap materi hasil panen tebu nantinya dapat memberi pendapatan memuaskan bagi petani.

SGC menegaskan bahwa tebu adalah alternatif agribisnis ideal untuk wilayah Lampung. Selain tahan terhadap hama, tebu cukup ditanam sekali dan bisa dipanen berkali-kali, menjanjikan biaya perawatan rendah dan produktivitas stabil.

Inisiatif ini datang di tengah merosotnya harga singkong dan mencerminkan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi para petani dengan diversifikasi komoditas. Kemitraan ini tidak hanya menjanjikan stabilitas pendapatan, tetapi juga memberi kepastian pemasaran, sesuatu yang sangat dibutuhkan di tengah ketidakmenentuan pasar saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.