Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seruan Aksi Rakyat Menggugat Serukan 5 Tuntutan: Hentikan Brutalitas Aparat hingga Potong Anggaran Pejabat!

📅 Kamis, 04 Sep 2025, 11:45 WIB | Oleh:
Seruan Aksi Rakyat Menggugat Serukan 5 Tuntutan: Hentikan Brutalitas Aparat hingga Potong Anggaran Pejabat! Doc: Istimewa
Ket. Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menyampaikan duka dan berbelasungkawa atas atas gugurnya sedikitnya 10 orang dalam gelombang aksi beberapa hari terakhir ini.

JAKARTA - Gelombang kemarahan rakyat terus membara pasca rentetan aksi protes yang menelan sedikitnya 10 korban jiwa. Ribuan orang mengalami luka, ratusan ditahan, dan banyak aktivis kini menghadapi kriminalisasi. 

Situasi ini membuat publik kian geram, terlebih ketika suara rakyat justru dibungkam dengan represi yang semakin brutal.

Ketua Umum KASBI, Unang Sunarno, menyampaikan duka mendalam atas korban yang gugur sekaligus menegaskan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti. 

“Di tengah luka dan duka, kita tak boleh diam dan takut. Kita harus bersatu memperjuangkan kehidupan yang layak dan adil untuk semua. Jangan sampai perjuangan kawan-kawan kita dibajak kelompok tak bertanggung jawab,” tegas Unang dalam rilis resmi, Rabu (3/9/2025).

Sebagai bentuk perlawanan, aliansi organisasi GEBRAK (Gerakan Buruh Bersama Rakyat) menyerukan aksi akbar pada Kamis (4/9/2025) akan berkumpul di depan Kantor ILO pukul 10.00 WIB, kemudian bergerak menuju Bundaran Patung Kuda, Jakarta. 

Dalam aksi tersebut, GEBRAK siap meluncurkan 5 tuntutan prioritas rakyat yang diyakini bisa mengguncang rezim hari ini.

1. Stop Brutalitas Aparat dan Militerisme!

Tidak ada lagi alasan untuk menembaki rakyat, menyiksa demonstran, apalagi mengerahkan kendaraan tempur di kawasan sipil. 

GEBRAK mendesak agar seluruh pasukan bersenjata ditarik dari ruang publik.

2. Bebaskan Peserta Aksi dan Aktivis Demokrasi!

Puluhan hingga ratusan aktivis ditahan tanpa alasan jelas. 

GEBRAK menuntut pembebasan segera tanpa syarat, serta penghentian kriminalisasi terhadap gerakan rakyat.

3. Usut Tuntas Pembunuhan dan Penghilangan Paksa!

Tragedi jatuhnya korban jiwa tak boleh dibiarkan. GEBRAK menuntut pembentukan tim independen untuk mengungkap 10 korban meninggal dan kasus orang hilang. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.