Mengenang Acil Bimbo dari Musisi Sampai Pecinta Lingkungan
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 17:08 WIB | Oleh: OpikRaden Darmawan Dajat Hardjakusumah atau Kang Acil Bimbo bukan hanya aktif di dunia musik saja, namun juga almarhum dikenal sebagai budayawan dan pecinta lingkungan seperti yang dibuktikan pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bandung Spirit pada tahun 2000.
Saat menjadi pembicara diskusi bersama dengan seniman dan budayawan sunda di gedung kesenian, Kota Tasikmalaya, Jabar, Selasa (28/7/2009), Kang Acil Bimbo menyebutkan orang sunda maupun orang yang bergelut di kebudayaan dan kesenian sunda dinilai sulit untuk mendapatkan rujukan tentang kesundaan.
"Sampai kini, hanya beberapa saja buku sejarah yang membahas tentang kebudayaan sunda," katanya.
Dijelaskan, permasalahan tersebut karena orang sunda sendiri lebih cenderung memegang budaya lisan dibandingkan budaya tulis sehingga kurang menyimpan banyak rujukan yang membahas kesundaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu kata Acil orang sunda dinilai kurang giat membaca sehingga sulit masyarakat sunda mengikuti kemajuan zaman yang sekarang ini semakin terus menunjukan perkembangan.
Pernyataan Kang Acil Bimbo dalam acara itu yang diberitakan oleh Antaranews, menegaskan bahwa almarhum begitu peduli dengan budaya.
Pernyataan menariknya pernah disampaikan dalam acara seminar tentang pemberdayaan kebudayaan tradisional, di Garut pada 28 Juli 2009 yang menyebutkan bahwa dewasa ini bangsa Indonesia sakit keras, yang nyaris seluruh tatanan sosial kehidupan berjalan abnormal, sebagai dampak terjadinya kemunduran budaya daerah yang tidak hanya berlangsung di seluruh Nusantara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Padahal, katanya, kekuatan tradisional, seperti warga Sunda, pada budayanya yang semula "someah" (ramah-tamah) dan gotong royong, namun kini umumnya kebersamaan warga Sunda hilang menjadi lebih individualistis dan egois melebihi orang Barat (Eropa).
"Bahkan, menginjak ke bawah dan menjilat ke atas," kata Kang Acil.
Dia mengajak setiap warga Sunda untuk senantiasa "ngajaga lembur" (menjaga kampung), "akur jeung dulur" (bersahabat dengan siapa pun) dan "panceug dina galur" (patuh terhadap aturan dan etika), melalui jalinan silaturahmi mulai dari lingkungan tingkat RT/RW hingga ke kecamatan, katanya.
Demikian pula soal lingkungan yang ditunjukkan Kang Acil Bimbo saat mengkritisi kondisi hutan di Jawa Barat sudah rusak.
Dalam pemberitaan Antara News pada 12 Agustus 2010 menyebutkan kondisi hutan tersebut berada di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu.
Kang Acil menyebutkan kawasan Tangkubanparahu merupakan daerah hutan lindung dan masuk dalam Kawasan Bandung Utara (KBU).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!